PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Lima belas tahunan sudah Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB) di Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, berdiri.
Hasil pemekaran dari Kelurahan Gunung Samarinda. Dan sudah ada empat kali pergantian lurah.
Dan dari hitung-hitungan waktu itu, mirisnya, kelurahan ini belum memiliki sekolah terpadu.
Baca Juga: Pengusaha Banjar di Malaysia Ini Berminat Bangun Pembangkit Listrik Solar Cell di Kalimantan
Padahal, empat tahun terakhir, para RT di kelurahan ini, dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), selalu mengusulkan pembangunan sekolah terpadu, TK, SD dan SMP.
Namun, usulan warga tersebut hingga kini belum mendapat respons dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Slamet Iman Santoso, mewakili para RT dan warga GSB, mengatakan usulan pembangunan sekolah terpadu itu bukan keluar sembarangan.
Kata dia, usulan tersebut merujuk pada fakta dan realita di lapangan.
Seperti, dari pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, pertambahan hunian, lonjakan jumlah penduduk, hingga soal pendapatan dari sektor pajak yang diperoleh pemerintah kota dari wilayah ini.
"Lokasi tanah yang diusulkan para RT untuk sekolah terpadu sudah ada. Itu tanah aset Pemkot Balikpapan,” kata Slamet Iman Santoso, Minggu (25/1/2026).
“Sudah empat kali lurah berganti, bahkan ada mantan lurah GSB yang sudah meninggal, camat Balikpapan Utara juga sudah empat kali berganti, tapi usulan warga untuk kepentingan pendidikan tidak kunjung jadi prioritas,” sambungnya.
Iman Santoso mengingatkan, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBD dan APBN untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
"Wajar jika masyarakat meminta perhatian khusus pemerintah daerahnya untuk peka akan pemenuhan dasar sarana pendukung pendidikan yang dibutuhkan saat ini dan masa depan,” katanya.
Iman Santoso mengatakan, dari dukungan para RT dan warga, akan dilakukan penandatangan petisi perjuangan percepatan pembangunan sekolah terpadu, TK, SD, SMP, juga Puskemas, yang kemudian akan disampaikan kepada wali kota dan DPRD Balikpapan.
Langkah yang juga sudah dilakukan, kata Iman, dirinya berkomunikasi dengan Yusdiana Hakim, anggota DPRD Balikpapan, Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara.
Anggota Fraksi Nasdem itu merupakan Ketua LPM Kelurahan GSB.
Iman menyebut, Yusdiana sudah tahu soal usulan pembangunan sekolah terpadu di GSB itu.
Dan, usulan itu sudah muncul sebelum Yusdiana menjadi wakil rakyat.
Disebutkan, dia akan berupaya mengawal usulan itu untuk dapat direalisasikan.
Dalam musrenbang di Kelurahan GSB belum lama ini yang juga dihadiri Yusdiana, dia menyebut lurah, camat dan para RT setempat betul-betul bersemangat, berharap usulan mereka terkait pembangunan gedung sekolah terpadu itu dapat segera terwujud.
Diketahui, di Kelurahan GSB saat ini baru ada satu SD negeri dan belum ada SMP negeri.
Sementara di kawasan itu jumlah penduduk terus bertambah. (*)