BALIKPAPAN- Awan mendung duka kembali menyelimuti dunia maritim Kota Balikpapan. Belum hilang ingatan publik atas insiden tragis di kapal feri sebelumnya, kecelakaan kerja fatal kembali terjadi di Pelabuhan Semayang pada Rabu (28/1/2026) malam. Seorang mualim muda berinisial AN (21), yang bertugas di Kapal Madani Nusantara, mengembuskan napas terakhir setelah mengalami insiden memilukan saat proses embarkasi alat berat berlangsung.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.55 Wita ketika kapal sedang bersiap bertolak menuju Parepare. Korban yang menjabat sebagai Mualim IV saat itu tengah mengawasi masuknya sebuah excavator ke dalam palka kapal. Berdasarkan keterangan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang, AKP Hari Purnomo, situasi di atas jembatan kapal saat itu cukup berisiko karena ruang gerak yang sangat sempit akibat dimensi badan excavator yang besar.
Saat manuver alat berat dilakukan, tiga rekan korban lainnya dilaporkan sempat menjauh untuk mencari posisi aman. Namun, AN diduga tetap berada di area jembatan untuk memastikan posisi alat berat tersebut secara presisi. Nahas, benturan hebat tidak terhindarkan saat badan excavator bergeser dan menjepit tubuh korban ke dinding kapal. Meskipun sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Balikpapan dalam upaya penyelamatan darurat, nyawa pemuda tersebut tidak dapat diselamatkan.
Korban diketahui merupakan perantau asal Banyuwangi, Jawa Timur. Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil visum resmi serta berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses pemulangan jenazah ke kampung halaman. Insiden ini menambah daftar kelam kecelakaan laut di wilayah Balikpapan dalam waktu berdekatan, yang memicu perhatian serius terkait aspek keselamatan kerja di pelabuhan.
Pihak kepolisian telah mengamankan operator excavator guna dimintai keterangan lebih lanjut terkait kronologi dan prosedur teknis saat kejadian. Penyelidikan intensif kini tengah dilakukan oleh Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh kru kapal dan operator alat berat akan pentingnya menjaga jarak aman dalam setiap aktivitas bongkar muat yang berisiko tinggi. (*)
Editor : Indra Zakaria