Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Melanda Kaltim Hingga 4 Februari

Redaksi Prokal • 2026-02-02 09:30:00
Waspada banjir rob dan angin kencang di kawasan pesisir Kaltim. ANGGI PRADITHA/KP
Waspada banjir rob dan angin kencang di kawasan pesisir Kaltim. ANGGI PRADITHA/KP

 

BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur mengeluarkan alarm kewaspadaan bagi seluruh warga Bumi Etam. Berdasarkan pantauan terbaru, potensi cuaca ekstrem dan fenomena banjir rob diprediksi akan menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Timur dalam periode 1 hingga 4 Februari 2026.

Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor atmosferik yang terjadi secara bersamaan, mulai dari fenomena La Nina lemah, perlambatan kecepatan angin di wilayah Kalimantan, hingga menghangatnya suhu permukaan laut di Selat Makassar. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa kombinasi fenomena tersebut memicu peningkatan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan yang sangat masif.

Kelembapan udara yang basah di setiap lapisan atmosfer mendukung terbentuknya awan hujan yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Cuaca ekstrem ini diprediksi akan disertai petir serta angin kencang yang mencakup hampir seluruh wilayah, mulai dari Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, hingga Penajam Paser Utara dan Paser.

Selain ancaman hujan lebat, warga yang bermukim di pesisir sungai dan laut diminta memberikan perhatian ekstra terhadap potensi banjir rob. Pada periode yang sama, pasang laut maksimum diperkirakan dapat mencapai ketinggian hingga 2,9 meter. Wilayah seperti Balikpapan, Samarinda, Berau, dan Kutai Timur menjadi titik yang paling rawan terdampak genangan air laut yang naik ke daratan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak sekunder yang mungkin muncul, seperti genangan air di pemukiman, pohon tumbang akibat angin kencang, hingga gangguan pada aktivitas nelayan dan operasional pelabuhan. Para pemangku kepentingan dan warga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal resmi pemerintah guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi ini. (*)

Editor : Indra Zakaria