Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Parah Banget..!! Hujan Bentar Langsung Banjir, DPRD Balikpapan Segera Panggil Dinas PU Evaluasi Master Plan

Redaksi Prokal • 2026-02-05 11:45:00
Genangan air kembali merendam Jalan MT Haryono, Balikpapan, Selasa (3/2/2026), meski hujan hanya turun singkat dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan motor mogok. (IST)
Genangan air kembali merendam Jalan MT Haryono, Balikpapan, Selasa (3/2/2026), meski hujan hanya turun singkat dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan motor mogok. (IST)

BALIKPAPAN – Masalah banjir yang tak kunjung tuntas di Kota Beriman memicu reaksi keras dari parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan berencana segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengevaluasi total sistem penanganan banjir, terutama di titik-titik krusial seperti Jalan MT Haryono dan Jalan Beller.

Langkah ini diambil menyusul terjadinya genangan air yang cukup parah setelah hujan dengan durasi singkat mengguyur Balikpapan pada Selasa (3/2) sore. Kondisi ini dinilai ironis mengingat sejumlah proyek drainase dan pengendalian banjir telah berjalan, namun dampaknya belum dirasakan signifikan oleh masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, menegaskan bahwa pihaknya ingin membedah kembali master plan pengendalian banjir yang selama ini dijalankan oleh Pemerintah Kota.

“Kami ingin mengetahui secara jelas sistem dan master plan penanganan banjir. Kenapa hujan sebentar saja sudah menyebabkan genangan di Jalan MT Haryono dan Jalan Beller? Ini yang akan kami pertanyakan dalam RDP nanti,” tegas Yusri kepada awak media.

Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air melumpuhkan arus lalu lintas dari kawasan Jalan MT Haryono hingga Balikpapan Baru. Kemacetan panjang tak terhindarkan karena banyak kendaraan yang terpaksa melambat atau memutar balik guna menghindari mesin mogok.

Keluhan senada datang dari warga dan pengguna jalan. Herman, seorang warga setempat, mempertanyakan kinerja infrastruktur pendukung di titik rawan tersebut. “Hujannya cuma sebentar, tapi sudah banjir lagi. Kami tidak tahu bagaimana program penanganan di sini. Apakah karena air pasang atau pompa air di samping Hotel Jurik yang memang tidak berfungsi?” keluhnya.

Persoalan ini semakin menjadi sorotan mengingat adanya kabar mengenai pemangkasan anggaran penanganan banjir tahun 2026 yang mencapai 65 persen. DPRD menegaskan akan mengawal ketat persoalan ini agar kebijakan anggaran dan teknis di lapangan sinkron, sehingga aktivitas warga tidak terus-menerus lumpuh setiap kali hujan turun. (*)

Editor : Indra Zakaria