PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Bukan terjadi sehari-dua hari, lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa lokasi, seperti di kawasan Balikpapan Baru, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), ternyata sudah berbulan-bulan menyala juga saat siang alias 24 jam.
Hal ini seperti disampaikan Wakil Ketua LPM Graha Sejahtera Baru (GSB), Kecamatan Balikpapan Utara, Slamet Iman Santoso, Kamis (9/4/2026).
Kata dia, PJU menyala 24 jam tersebut di jalur utama Balikpapan Baru.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ternyata Warna Klip Penjepit Roti Tawar Punya Arti Penting untuk Kesegaran
Mulai dari kawasan lapangan tenis, bundaran patung monyet, hingga sekitar Mal Fantasi.
Ruas jalan ini, kata dia, diketahui merupakan akses strategis yang kerap dilintasi pejabat daerah.
Seharusnya, karena jalan itu kerap dilintasi sejumlah pejabat pemerintah kota, termasuk wakil wali kota, bisa cepat terdeteksi dan segera ditangani.
“Saya keliling Balikpapan. Dari Jembatan Manggar, ke arah Kilo (Jalan Soekarno-Hatta), ada saja PJU yang menyala tidak dimatikan sudah siang,” katanya.
“Kalau ditotal jumlahnya (PJU menyala siang) bisa puluhan. Ini menandakan instansi terkait bisa memasang PJU, tapi pengawasannya seperti tak mau tahu. Ini kalau pemimpinnya tidak cerewet, tanggap, soal seperti ini dianggap biasa. Berapa sudah kerugian negara kalau dari hal kecil seperti ini saja tidak peduli. Ini bukan sehari dua hari. Berbulan-bulan. Saya ini mengingatkan saja. Ketimbang nanti ditanya malaikat, hai Iman Santoso, kenapa kamu diam saja melihat lampu PJU siang malam menyala. Masa saya jawab biar hatinya pejabat terang selalu malaikat,” sambungnya.
Baca Juga: Awal Kemarau di Kaltim Diperkirakan Juni, BMKG: Waspada Karhutla Meski Hujan Masih Turun di April
Mirisnya, kata Slamet, PJU di wilayah Kelurahan Graha Sejahtera Baru (GSB), tidak menyala dalam kurun waktu cukup lama.
“Di beberapa RT di GSB justru banyak lampu jalan yang mati. Sudah dilaporkan ke kelurahan, dan pihak kelurahan juga sudah menyampaikan ke instansi terkait, tapi sampai sekarang belum juga ditangani,” katanya.
Menurutnya, laporan kondisi itu sudah disampaikan sejak sebelum Ramadan, tapi belum mendapat respons cepat dari instansi terkait hingga kini.
Baca Juga: Kontras Transportasi Kaltim: Arus Penumpang Udara Melandai, Pengiriman Barang Justru Melejit
Sebagian warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan lampu jalan secara mandiri. Seperti di RT 14, Wika. (*)
Editor : Faroq Zamzami