PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, ingin menurunkan harga tiket pesawat ke Kabupaten Berau demi mendukung sektor pariwisata daerah.
Menurutnya, Berau memiliki potensi wisata yang luar biasa, namun perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai dan aksesibilitas yang lebih terjangkau bagi wisatawan.
Baca Juga: BBPOM Samarinda Sidak di Kabupaten Berau, Temukan Ratusan Produk Tak Layak Konsumsi
"Berau memiliki ratusan destinasi wisata yang menarik, dan ini membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal infrastruktur dan transportasi," ungkap Seno saat kunjungan kerja di Berau, Rabu (19/3/2025).
Pihaknya berencana akan melakukan diskusi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) untuk membahas harga tiket pesawat ke Berau agar lebih terjangkau.
Ia menilai, tingginya harga tiket pesawat menjadi salah satu faktor yang menghambat peningkatan jumlah wisatawan ke Berau. Jika harga tiket bisa lebih murah, ia optimistis sektor pariwisata daerah akan semakin berkembang.
"Jika harga tiket pesawat lebih murah, maka jumlah wisatawan yang datang ke Berau pasti meningkat. Selain itu, kita juga akan membenahi infrastruktur jalan dari dan menuju Berau agar wisatawan lebih nyaman berkunjung," tambahnya.
Baca Juga: Saat Puasa Berat Badan Malah Naik, Ini Dia Penyebabnya
Terpisah, Kepala BLU UPBU Bandara Kalimarau, Ferdinan Nurdin, menyambut baik rencana penurunan harga tiket pesawat ke Berau.
Menurutnya, biaya transportasi udara yang tinggi selama ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya inflasi di Berau.
"Alhamdulillah jika ada rencana penurunan harga tiket. Kami sangat berharap hal ini bisa terealisasi karena transportasi udara merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi inflasi," ujarnya.
Yang mana salah satu pengendali inflasi berkait dengan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi, dan terakhir koordinasi dan komunikasi yang efektif.
Kelancaran distribusi ini kaitannya erat dengan moda transportasi udara yang ternyata dapat menyumbang inflasi juga.
Menurut Ferdinan, ada beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan untuk menurunkan harga tiket pesawat.
Di antaranya, menggunakan pesawat jet untuk penerbangan ke Berau, menambah penerbangan langsung tanpa transit, hingga menambah jumlah maskapai yang melayani rute Berau.
"Saat ini, hanya ada dua grup maskapai yang melayani rute ke Berau, yakni Lion Group melalui Batik Air dan Wings Air serta Citilink. Padahal, masih banyak maskapai lain yang bisa beroperasi di sini," jelasnya.
Baca Juga: Ada Peluang Besar Ekspor ke UEA, Komoditas Rempah Paling Banyak Dicari
Selain itu, Ferdinan juga melihat peluang untuk membuka rute baru, seperti Makassar-Berau. Ia menjelaskan, rute baru ini bisa mendapatkan perlindungan selama dua tahun sesuai peraturan Menteri Perhubungan, sehingga maskapai lain tidak bisa masuk sebelum masa perlindungan berakhir.
"Rute Makassar-Berau sangat potensial. Jika ada maskapai yang berminat membuka rute ini, mereka bisa mengajukan perlindungan khusus selama dua tahun," tambahnya.
Hal itu juga berkaca dari rute sebelumnya yang sempat ada namun berhenti beroperasi, yakni Jogjakarta-Berau melalui maskapai Batik Air.
Menurutnya, okupansi penumpang masih tergolong stabil, dan seharusnya tidak menjadi pertimbangan untuk tidak beroperasi.
Hanya, kata Dia, mungkin ada pertimbangan lain dari pihak maskapai yang menyebabkan rute tersebut dihentikan.
Dengan adanya dukungan dari Pemprov Kaltim, dirinya berharap diskusi dengan Kementerian Perhubungan dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada penurunan harga tiket pesawat ke Berau.
Bandara Kalimarau, kata dia, siap mendampingi Pemprov Kaltim dalam mengajukan program strategis terkait penerbangan, termasuk menginformasikan rute-rute potensial yang bisa ditawarkan kepada maskapai lain agar mau beroperasi di sini.
Ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sektor pariwisata Berau. (*/aja/far)
Editor : Faroq Zamzami