PROKAL.CO, TANJUNG REDEB-Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) terus melakukan upaya penanganan kerusakan di Jalan Poros Berau, Kalimantan Timur (Kaltim)–Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Melalui PPK 2.6 PJN 2, perbaikan jalan nasional tersebut kini difokuskan pada titik-titik kerusakan paling parah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Pelaksana Jalan Nasional (PJ ) 2, BBPJN Kaltim, Akhmad Supriyatno, mengungkapkan tahun ini pihaknya hanya mendapat alokasi anggaran Rp 18 miliar untuk preservasi jalan.
“Ini kami ada kucuran dana Rp 18 miliar,” ujarnya, Senin (2/6/2025).
Namun, anggaran tersebut hanya cukup untuk menangani empat titik dengan kategori kerusakan berat.
Akhmad menjelaskan, sepanjang Jalan Poros Labanan–Tanjung Redeb–Bulungan terdapat 36 titik longsoran. Dari jumlah itu, 20 titik masuk kategori parah dan menjadi prioritas penanganan. “Artinya masih ada 16 titik sisanya yang belum tertangani,” katanya.
Ia menyebut, pada tahun 2025, pihaknya merencanakan penanganan di empat titik longsoran lain.
Sedangkan untuk titik kerusakan lain diharapkan dapat ditanggulangi pada anggaran perubahan mendatang.
Namun demikian, kendala utama dalam pelaksanaan di lapangan adalah banyaknya jumlah titik kerusakan yang tidak sebanding dengan kemampuan anggaran.
“Kesulitannya, terlalu banyak titik kerusakan dan longsor. Anggaran kita terbatas,” ujarnya.
Selain itu, Akhmad juga menegaskan bahwa dana Rp 18 miliar tersebut khusus untuk ruas jalan Tanjung Redeb–Bulungan, bukan termasuk ruas Labanan–Tanjung Redeb.
“Yang Rp 18 miliar hanya untuk ruas Berau–Bulungan. Yang Labanan–Tanjung Redeb belum mendapat alokasi,” tegasnya.
Ia berharap, ada tambahan anggaran dalam perubahan mendatang agar penanganan bisa diperluas ke titik-titik yang belum tersentuh.
Menurutnya, meski tidak semua titik bisa ditangani secara menyeluruh, namun penanganan di titik prioritas harus dilakukan secara tuntas agar jalan tetap fungsional dan tidak menjadi penghambat bagi aktivitas masyarakat.
“Prioritas harus bisa dan stay, agar jalan tetap fungsional,” jelasnya.
Salah seorang warga, Daminus, menyebut ruas jalan Berau-Bulungan kerap kali mengalami kerusakan.
Sehingga hal tersebut memperlambat akses masyarakat dari dan menuju Berau. Bahkan tak sedikit kerusakan jalan memicu kecelakaan bagi beberapa kendaraan besar.
Menurutnya, sudah semestinya pemerintah melakukan perbaikan dan merawat ruas jalan yang menjadi urat nadi bagi masyarakat dalam beraktivitas. (sen/far)
Editor : Faroq Zamzami