Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kapal Nelayan Dipakai Angkut 15 Wisatawan Tenggelam di Perairan Maratua Usai Tabrak Karang

Redaksi Prokal • 2026-01-03 09:54:43
Kapal nelayan yang digunakan untuk mengangkut orang dengan tujuan berwisata tenggelam setelah menabrak karang dan naik ke karang kemudian miring dan terbalik.
Kapal nelayan yang digunakan untuk mengangkut orang dengan tujuan berwisata tenggelam setelah menabrak karang dan naik ke karang kemudian miring dan terbalik.

 

MARATUA – Kecelakaan laut menimpa sebuah kapal nelayan yang mengangkut belasan wisatawan di perairan Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (2/1/2026) pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Kapal yang membawa 15 orang penumpang tersebut dilaporkan tenggelam setelah menabrak karang.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penumpang dan awak kapal dinyatakan selamat setelah dievakuasi oleh nelayan sekitar.

Kapolsek Maratua, Iptu Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika kapal tersebut bertolak dari dermaga RT 02 Kampung Bohesilian. Kapal itu disewa oleh rombongan wisatawan untuk menuju Pulau Bakungan dalam rangka rekreasi.

"Setelah sekitar 20 menit berlayar, kapal tiba-tiba menaiki karang (kandas). Akibat benturan tersebut, posisi kapal menjadi miring hingga air masuk ke dalam lambung kapal," ujar Iptu Taufik.

Kondisi tersebut membuat kapal tidak stabil dan akhirnya tenggelam di kedalaman kurang lebih 4 meter. Sesaat setelah kapal mulai tenggelam, beberapa penumpang sempat terjatuh ke laut. Beruntung, lokasi kejadian masih dalam jangkauan pantauan kapal-kapal nelayan lain yang berada di sekitar perairan tersebut.

"Proses evakuasi berjalan lancar. Kapal-kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan bantuan dan mengamankan para penumpang," tambah Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh penumpang telah dievakuasi kembali ke daratan dalam kondisi selamat. Pihak kepolisian mengimbau kepada para operator kapal dan wisatawan untuk selalu waspada terhadap kondisi pasang surut air laut serta keberadaan karang, guna menghindari insiden serupa di masa mendatang. (*)

Editor : Indra Zakaria