Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jaga Kelestarian 'Raksasa' Derawan: Pertamina International Shipping Tandai 4 Hiu Paus dengan Satelit

Redaksi Prokal • 2026-01-12 10:15:00
PT Pertamina International Shipping (PIS) mendukung konservasi populasi hiu paus (Rhincodon typus) dengan menandai (tagging) 4 ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.(Istimewa).
PT Pertamina International Shipping (PIS) mendukung konservasi populasi hiu paus (Rhincodon typus) dengan menandai (tagging) 4 ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.(Istimewa).

 

DERAWAN – PT Pertamina International Shipping (PIS) semakin memperkuat perannya dalam menjaga ekosistem laut Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Konservasi Indonesia, PIS sukses melakukan penandaan (tagging) terhadap empat ekor hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.

Keempat hiu paus tersebut kini resmi menyandang nama yang diambil dari kapal tanker kebanggaan PIS, yakni Pride, Prime, Bangka, dan Belitung. Dengan penambahan ini, PIS tercatat telah berhasil menandai total tujuh ekor hiu paus dalam dua tahun terakhir, setelah sebelumnya melakukan aksi serupa di Teluk Cenderawasih, Papua.

Integrasi Data untuk Hindari Tabrakan Kapal Penandaan ini bukan sekadar simbolis. Manager CSR PIS, Alih Istik Wahyuni, menjelaskan bahwa data satelit yang dihasilkan dari alat tagging tersebut akan digunakan untuk memetakan jalur migrasi hiu paus di Nusantara. Data ini kemudian diintegrasikan dengan sistem navigasi kapal tanker PIS.

"Kami ingin meminimalisasi risiko tabrakan kapal dengan hiu paus. Dengan memetakan rute mereka, kami bisa mengatur operasional pelayaran agar tidak bersinggungan dengan habitat kritis satwa ini," ujar Alih.

Langkah ini sangat krusial mengingat tabrakan dengan kapal besar merupakan salah satu ancaman utama yang menyebabkan penurunan populasi hiu paus hingga lebih dari 50 persen secara global.

Sains untuk Masa Depan Laut Mochamad Iqbal Herwata Putra dari Konservasi Indonesia menambahkan bahwa hiu paus adalah spesies payung yang kini berstatus terancam punah menurut daftar merah IUCN. Penandaan di Derawan akan membantu peneliti memahami pola pergerakan dan habitat penting ikan terbesar di dunia ini.

"Data ini penting untuk mempelajari koridor migrasi mereka. Harapannya, upaya pemulihan populasi yang konsisten bisa membantu spesies ini pulih dalam satu abad ke depan," ungkap Iqbal.

Inisiatif bertajuk program "Marine BiodiverSEAty" ini merupakan bagian dari pilar tanggung jawab sosial lingkungan PIS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 14 mengenai pelestarian kehidupan bawah laut. PIS berkomitmen untuk terus memperluas pemetaan risiko ini guna menyusun SOP keselamatan laut yang lebih ramah lingkungan bagi industri maritim Indonesia.(*)

Editor : Indra Zakaria