TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) mulai merealisasikan langkah konkret dalam menangani dampak bencana alam di wilayah pedalaman. Melalui alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar lebih dari APBD Murni 2026, pemerintah daerah fokus membangun kembali hunian bagi warga Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, yang kehilangan tempat tinggal akibat terjangan banjir.
Kepala Bidang Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut diprioritaskan untuk pembangunan tahap awal sebanyak 37 unit rumah. Walaupun total warga yang terdampak mencapai 76 Kepala Keluarga, pihak pemerintah memiliki harapan besar agar sisa 39 hunian lainnya dapat diakomodasi dan diselesaikan dalam tahun anggaran yang sama. Hal ini dilakukan demi mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat bencana.
Strategi utama dalam penanganan ini adalah relokasi total, di mana seluruh pemukiman warga akan dipindahkan ke lahan baru yang lebih representatif. Pemilihan lokasi baru ini dipastikan jauh dari bantaran sungai guna meminimalisir risiko banjir serupa di masa mendatang. Saat ini, tim dari bagian aset tengah melakukan proses pengukuran tanah untuk menetapkan batas-batas lahan yang sebelumnya telah dihibahkan secara cuma-cuma oleh warga setempat kepada pemerintah daerah.
Setelah proses pengukuran dan administrasi lahan rampung, pemerintah akan memproses penghibahan kembali lahan tersebut kepada warga bersamaan dengan bangunan rumah yang telah selesai dibangun. Adapun hunian yang disediakan adalah rumah dengan spesifikasi tipe 36 yang dinilai layak untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Mengenai mekanisme pelaksanaan, proyek ini akan menggunakan sistem lelang dan dijadwalkan mulai berjalan setelah bulan puasa tahun ini.
Melalui komitmen anggaran dan kepastian lahan ini, Pemerintah Kabupaten Berau berharap warga Kampung Long Ayap dapat segera menempati hunian yang lebih aman dan nyaman. Pemerintah daerah pun memastikan akan terus mengawal setiap tahapan, mulai dari proses lelang hingga konstruksi fisik, agar seluruh pembangunan dapat rampung tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan. (*)
Editor : Indra Zakaria