Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kunjungan Wisatawan Berau Melonjak Tajam, Disbudpar Evaluasi Sistem Pendataan

Redaksi Prokal • 2026-02-03 06:45:00
Kunjungan wisatawan yang masuk ke Berau terus meningkat. Khususnya dalam 5 tahun terakhir, namun memerlukan evaluasi sistem pendataan seperti layaknya daerah lain yang sudah lebih baik.
Kunjungan wisatawan yang masuk ke Berau terus meningkat. Khususnya dalam 5 tahun terakhir, namun memerlukan evaluasi sistem pendataan seperti layaknya daerah lain yang sudah lebih baik.

 

TANJUNG REDEB – Sektor pariwisata di Kabupaten Berau menunjukkan performa impresif dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, jumlah kunjungan wisatawan ke Bumi Batiwakkal terus merangkak naik secara signifikan setelah sempat terpuruk pada masa pandemi tahun 2020.

Puncak lonjakan terjadi sepanjang tahun 2025, di mana tercatat sebanyak 782.266 wisatawan bertandang ke Berau. Angka tersebut terdiri dari 776.920 wisatawan nusantara (wisnus) dan 5.346 wisatawan mancanegara (wisman). Jika dibandingkan dengan data tahun 2020 yang hanya mencatat 127.396 kunjungan, pertumbuhan ini menunjukkan geliat pariwisata daerah yang sangat positif.

Meski angka resmi menunjukkan kenaikan drastis, Kepala Bidang Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Berau, Nurjatiah, mengakui masih ada tantangan besar terkait akurasi data. Ia menyebutkan bahwa angka yang ada saat ini kemungkinan besar masih di bawah fakta lapangan karena banyak kegiatan atau event yang belum terdata secara sistematis.

Nurjatiah menyoroti lemahnya kedisiplinan para penyelenggara acara (event organizer) dalam melaporkan jumlah pengunjung atau penonton mereka kepada pemerintah. Padahal, data dari setiap acara sangat penting untuk mengukur indikator kemajuan pariwisata daerah secara riil. Sebagai langkah tegas, Disbudpar akan memperketat regulasi yang mewajibkan setiap penyelenggara kegiatan pariwisata untuk menyetorkan laporan kunjungan.

Untuk membenahi carut-marut pendataan ini, Disbudpar Berau berencana mengadopsi mekanisme yang telah diterapkan oleh Kota Balikpapan. Sistem pendataan di kota tetangga tersebut dinilai jauh lebih terorganisir dan mampu menyajikan data yang lebih valid. Dengan perbaikan sistem ini, diharapkan potensi pariwisata Berau dapat terpetakan dengan lebih akurat guna mendukung kebijakan pengembangan destinasi di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria