Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

RSUD Abdul Rivai Terlilit Utang Rp 36,8 Miliar: Dewas Lempar Bola Panas Evaluasi Direksi ke Bupati Berau

Redaksi Prokal • Senin, 20 April 2026 - 08:15 WIB
Beban utang BLUD RSUD dr Abdul Rivai mencapai Rp 36,8 miliar dan dinilai perlu evaluasi menyeluruh.
Beban utang BLUD RSUD dr Abdul Rivai mencapai Rp 36,8 miliar dan dinilai perlu evaluasi menyeluruh.

TANJUNG REDEB – Kondisi kesehatan finansial RSUD dr Abdul Rivai kini berada dalam fase kritis. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) andalan masyarakat Berau ini dilaporkan tengah menanggung beban utang yang menumpuk hingga mencapai angka fantastis, yakni Rp 36,8 miliar. Kondisi ini memicu desakan publik agar dilakukan perombakan besar-besaran di kursi kepemimpinan rumah sakit tersebut.

Menanggapi carut-marut pengelolaan keuangan ini, Dewan Pengawas (Dewas) RSUD dr Abdul Rivai akhirnya angkat bicara. Anggota Dewas, Lamlay Sarie, menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan fungsi kontrol secara rutin, baik melalui pertemuan formal maupun rekomendasi tertulis. Namun, ia menekankan bahwa status otonomi BLUD membuat Dewas memiliki keterbatasan ruang gerak dalam mengintervensi kebijakan teknis maupun personel.

Menurut Lamlay, bola panas mengenai nasib pimpinan rumah sakit sepenuhnya berada di tangan eksekutif. "Apalagi kalau soal kinerja pimpinan, yang bisa mengambil keputusan adalah kepala daerah," tegasnya. Ia menyatakan bahwa wewenang untuk mencopot atau mengevaluasi direksi merupakan hak prerogatif Bupati Berau sebagai pemegang otoritas tertinggi di daerah.

Sorotan tajam tertuju pada fenomena munculnya utang puluhan miliar di saat rumah sakit sebenarnya masih memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa). Ketimpangan ini dianggap sebagai sinyal merah adanya manajemen anggaran yang tidak efektif. Selain faktor internal, Dewas juga mengakui adanya tekanan eksternal seperti fluktuasi klaim BPJS dan tingginya biaya operasional medis yang membebani kas rumah sakit.

Meski demikian, Dewas mengingatkan bahwa segala bentuk pembenahan di lapangan adalah tanggung jawab penuh jajaran manajemen. Dewas hanya bisa memberikan catatan strategis dan peringatan agar kondisi ini tidak berlarut-larut. Kini, masyarakat menunggu keberanian Bupati Berau untuk melakukan langkah konkret, apakah akan mempertahankan pimpinan saat ini atau melakukan penyegaran demi menyelamatkan kualitas pelayanan kesehatan di Bumi Batiwakkal agar tetap optimal.(*)

Editor : Indra Zakaria
#berau