Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ramadan, BI Proyeksi Inflasi Masih Melandai

izak-Indra Zakaria • Rabu, 28 April 2021 - 20:04 WIB
Kenaikan permintaan saat Ramadan diproyeksi bakal memicu infasi pada periode April. Hal ini diungkapkan Tim Pengendalian Inflasi Kota Minyak saat menggelar High Level Meeting (HLM) TPID, Selasa (27/4). Namun, laju inflasi diyakini tetap terkendali.
Kenaikan permintaan saat Ramadan diproyeksi bakal memicu infasi pada periode April. Hal ini diungkapkan Tim Pengendalian Inflasi Kota Minyak saat menggelar High Level Meeting (HLM) TPID, Selasa (27/4). Namun, laju inflasi diyakini tetap terkendali.

BALIKPAPAN - Kenaikan permintaan saat Ramadan diproyeksi bakal memicu infasi pada periode April. Hal ini diungkapkan Tim Pengendalian Inflasi Kota Minyak saat menggelar High Level Meeting (HLM) TPID, Selasa (27/4). Namun, laju inflasi diyakini tetap terkendali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Sri Darmadi Sudibyo mengatakan, perkembangan inflasi Balikpapan sebenarnya cenderung melandai pada periode Maret 2021. Yakni tercatat sebesar 0,16 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 0,28 persen (mtm).

“Namun inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau perlu mendapatkan perhatian karena mencatatkan inflasi 0,92 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan Februari yaitu 0,64 persen (mtm). Berdasarkan komoditasnya, inflasi di bulan Maret dipicu kenaikan harga pada komoditas ikan layang, cabai rawit, dan daging ayam ras,” jelasnya.

Memasuki Idulfitri 2021, TPID Balikpapan mencermati adanya beberapa risiko yang akan mendorong peningkatan inflasi di Balikpapan. Risiko tersebut antara lain naiknya permintaan di bulan Ramadan, masih terbatasnya pasokan dari daerah sentra untuk komoditas bumbu-bumbuan khususnya bawang merah, dan menurunnya pasokan ikan-ikanan di tengah cuaca yang belum kondusif.

Juga ada risiko kenaikan harga tiket pesawat seiring peningkatan mobilitas sebagai antisipasi penutupan temporer 6–17 Mei 2021, kenaikan cukai rokok yang berlaku mulai 1 Februari 2021, serta kompensasi kerugian di 2020 yang dibebankan di 2021.

“Mempertimbangkan risiko dan tantangan inflasi ke depan, pengendalian inflasi di Balikpapan dilakukan melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” ujarnya.

Sebagai upaya mengantisipasi risiko inflasi ke depan akan ditempuh langkah-langkah. Beberapa upaya yang akan dilakukan mulai pemantauan harga dan stok secara rutin, mendorong ketersediaan pasokan melalui KPSH komoditas pangan, pasar murah/bazar maupun optimalisasi toko tani, melakukan sidak pasar bersama Satgas Pangan, dan mendorong kegiatan urban farming untuk meningkatkan pasokan.

“Kami juga akan melakukan pengelolaan ekspektasi masyarakat melalui komunikasi yang efektif ke masyarakat khususnya melalui program ulama peduli inflasi, talk show edukasi inflasi, video edukasi belanja bijak selama Ramadan dan mendekati Lebaran,” tuturnya.

Ketua TPID Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan bahwa pelaksanaan HLM yang dilanjutkan dengan sidak pasar merupakan langkah yang perlu dilakukan oleh TPID terutama menjelang Idulfitri. Selain itu, pengendalian inflasi dari sisi supply melalui urban farming merupakan metode yang tepat sehingga perlu diintensifkan kembali untuk memenuhi permintaan di tingkat rumah tangga. (aji/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim