Pemerintah telah menetapkan penyesuaian tarif untuk angkutan kapal penumpang. Yakni naik sebesar 23 persen.
Penyesuaian tarif yang berlaku per 1 Juni 2023 tersebut dilakukan setelah sepuluh tahun tidak ada penyesuaian tarif. Adanya penyesuaian tarif disebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan kapal laut.
”Kalau dilihat fluktuasinya dari Januari - Juni, bahkan sampai Juli ini masih terus meningkat (penumpang). Sehingga peningkatan tarif penumpang per 1 Juni itu, alhamdulillah tidak berdampak,” ungkap Direktur Utama Pelni Tri Andayani di Jakarta.
Menurut Anda, sapaan akrab Tri Andayani, sepanjang semester 1 2023, kapal Pelni mengangkut sebanyak 2,6 juta orang atau 115 persen di atas target. Capaian tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain karena tidak adanya pembatasan mobilisasi dan adanya pengurangan armada pesawat di beberapa daerah atau frekuensi penerbangannya berkurang.
”Biasanya, kita melihat tren penumpang satu bulan setelah Lebaran itu menurun, tapi ini terus meningkat. Musim mudik Lebaran dan liburan sekolah pada April - Juni itu tercatat memberikan kontribusi perjalanan tertinggi dari bulan-bulan sebelumnya,” jelas Tri Andayani.
Anda menambahkan, seiring dengan adanya penyesuaian tarif, pihaknya turut meningkatkan kualitas pelayanan di kapal. Di antaranya dari sisi penyajian makanan untuk penumpang. Termasuk mulai menata tenant-tenant di atas kapal agar lebih rapi dan bersih. Pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan di semua channel link dan memperluas layanan ke masyarakat.
Selain itu, Tri Andayani mengatakan, saat ini juga sedang berdiskusi dengan Inka dan anak perusahaan Pindad dalam hal perbaikan toilet di seluruh kapal. Pihaknya akan membuat toilet yang menggunakan bahan stainless seperti di kereta. Hal tersebut bertujuan agar memudahkan dalam perawatan dan pemeliharaan harian mengingat jumlah penumpang kapal yang mencapai ribuan.
”Tentunya juga untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang. Kita harapkan ini akan terealisasi pada 2024 karena sekarang sedang tahap diskusi dengan beberapa penyedia,” ujar Tri Andayani.
Sementara itu, Kesekretariatan Perusahaan Pelni Opik Taupik meyakini perubahan status Covid-19 menjadi endemi berdampak positif bagi Pelni. Dengan ditiadakannya pembatasan perjalanan, masyarakat semakin percaya diri melakukan perjalanan.
”Kami berharap situasi ini dapat bertahan seterusnya sehingga perekonomian nasional dapat pulih dan meningkat seiring aktivitas sosial ekonomi yang berangsur normal,” ucap Opik Taupik. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria