Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat pada Juli 2024, dua dari tiga daerah penilaian Indek harga Konsumen (IHK) di Kaltara mengalami deflasi secara bulanan, yakni Tarakan dan Tanjung Selor.
Berdasarkan data yang dihimpun BPS Kaltara, untuk Tarakan mengalami deflasi -0,10 persen dan Tanjung Selor mengalami deflasi -0,53. Sedangkan Nunukan tercatat mengalami inflasi secara bulanan dengan nilai 0,44 persen.
“Sementara untuk provinsi (Kaltara, Red), secara m-to-m (bulanan) tercatat mengalami deflasi -0,01 persen,” ujar Mas’ud Rifai, Kepala BPS Kaltara kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (1/8).
Kemudian untuk inflasi tahunan (y-on-y) berdasarkan pemantauan di tiga daerah penilaian IHK pada Juli 2024, tercatat di Kaltara mengalami inflasi sebesar 1,98 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 103,45 poin pada Juli 2023 menjadi 105,50 poin pada Juli 2024.
“Kalau kita lihat selama setahun (mulai Juli 2023 – Juli 2024), bulan Juli 2024 ini merpakan tingkat inflasi terendah.
Di atasnya itu pada Januari 2024 sebesar 1,99 persen. Sedangkan 10 bulan lainnya rata-rata di atas 2 persen,” sebutnya.
Mas’ud menjelaskan, inflasi secara y-on-y itu terjadi akibat adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,95 persen.
Kemudian kelompok pakaian dan alasa kaki 2,77 persen, lalu kelompok kesehatan 0,64 persen, kelompok transportasi 0,59 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,52 persen, kelompok pendidikan 0,30 persen, kelompok restoran 2,25 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,04 persen.
Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks meliputi kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,27 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,06 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen.
Selain itu, Mas’ud juga membeberkan 10 komoditas yang paling dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y pada Juli 2024 meliputi beras, tomat, emas perhiasan, cabai rawit, ikan layang, sigaret kretek kesin (SKM), nasi dengan lauk, sigaret putih mesin (SPM), bawang putih dan gula pasir.
“Kalau 10 komoditi yang memberikan sumbangan deflasi secara y-on-y pada Juli 2024 meliputi ikan bandeng, daging ayam ras, ikan tongkol, bahan bakar rumah tangga, baju muslim wanita, udang basah, pisang, telur ayam ras, ikan cakalang dan telepon seluler,” pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Indra Zakaria