BANJARMASIN - Jalan-jalan ke Banjarmasin, kemana lagi kalau bukan ke Siring Pierre Tendean. Di sana ada Menara Pandang dan Patung Bekantan. Setiap akhir pekan, kawasan itu pasti dijejali wisatawan dan warga kota.
Tak ada yang salah dengan itu. Kecuali soal kemyamanan. Sebagian pengunjung merasa tak leluasa menikmati suasana Sungai Martapura. Setidaknya itu dirasakan Mega. Wisatawan asal Kalimantan Tengah itu merasa jemu.
"Tak ada tempat yang bisa digunakan untuk bersantai," ucapnya. Bukan berarti tak ada tempat nongkrong atau makan di siring. Banyak malah, wisatawan tinggal memilih, lesehan pun bisa.
"Di dekat Dermaga Pasar Terapung memang ada area lesehan. Tapi bagi saya, agak risih. Karena lalu lalang orang yang jalan-jalan di selasar siring," katanya.
Mega datang bersama keluarga, Sabtu (15/6) malam. Tak sampai dua jam, dia memilih beranjak. Lantaran anaknya mulai rewel.
Pengunjung lain, Indra, juga datang bersama keluarga. Warga Banjarmasin ini juga merasakan hal serupa. Bahwa Siring Pierre Tendean tak lagi nyaman karena pengunjungnya berjubel.
"Enaknya, kalau mau ke siring, jangan pas weekend. Tak bisa santai," ujarnya. Dia berharap, pemko bisa mengelola siring dengan lebih baik.
Tak sekadar mengejar keramaian pengunjung. Lebih mengutamakan kenyamanan pengunjung. "Saya pikir, adanya siring ini sudah sangat bagus. Tinggal dipoles saja," sarannya.
Pengamat tata kota, Nanda Febriyan Pratamajaya rupanya sudah lama mengamati. Bahwa ketika weekend, Siring Pierre Tendean sudah terlampau ramai. Untuk memecah kerumunan, Nanda punya saran. Mengalihkan wisatawan ke Siring Sudirman. "Ini bisa jadi opsi. Agar kerumunan pengunjung siring terpecah," katanya.
Tentu saja, tak cukup hanya mengandalkan tulisan neon box Taman Siring Nol Kilometer. Mesti ada sesuatu yang spesial untuk menarik perhatian wisatawan. Agar kunjungan mengarah ke kawasan seberang sungai.
"Misalkan di sana dijadikan pusat kuliner malam hari. Ditata dengan rapi dan baik," sebut Ketua Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) Kalsel itu.
Bisa pula dengan konsep budaya. Seperti pertunjukan seni rutin di siring. "Intinya, pemko mesti mengoptimalkan potensi wisata yang ada. Demi meningkatkan pemasukan daerah juga," pungkasnya. (nur/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin