BERBAGAI capaian yang dihasilkan Akhmad Maulana menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Samarinda, membuat banyak yang menganggap kalau dirinya layak untuk menjadi kepala daerah. Karena ide-ide dan prestasi yang telah ditorehkannya, maka diyakini dia mampu membawa Kabupaten Berau menjadi lebih baik.
Membawa perubahan untuk menjadikan Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau- menjadi daerah yang selalu diincar oleh investor untuk berinvestasi. Apalagi dia adalah putra asli daerah yang berasal dari Gunung Tabur Berau, yang juga putra kesayangan pasangan H Aji Karuddin dan Hj Siti Manikam.
Karirnya selama menjadi seorang Aparatur Sipil Negara(ASN) pun mulus dan hampir tanpa celah. Dia pernah menjabat di Bappeda Kota Samarinda. Tahun 2012, dia menjabat pertama kalinya di posisi Eselon II sebagai Kepala Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda, hingga tahun 2014 dia mengomandoi DPMPTSP.
Selama kurang lebih lima tahun menjadi kepala DPMPTSP, Akhmad Maulana mengantongi sekitar 80 penghargaan baik di tingkat Kota Samarinda, Provinsi Kaltim maupun tingkat nasional.
Melalui tangan dinginnya lah, Mall Pelayanan Publik (MPP) bisa dengan sempurna terlaksana di Kota Samarinda. Tak heran bila dia termasuk 50 besar yang mendapatkan Anugerah ASN Teladan 2018 dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN RB).
Dia juga satu-satunya pejabat ASN di Kalimantan yang diberi kehormatan oleh Kemenpan RB mengunjungi negara Azerbaijan, Georgia, Turkey karena prestasinya.
Beberapa teman sejawatnya, yakin Maulana (sapaan akrabnya) pantas dan mampu untuk menjadi kepala daerah di Berau yang pesta demokrasinya akan digelar tahun depan. Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang bahkan sangat mendukung jika Akhmad Maulana maju dalam bursa pencalonan Pilkada Berau.
"Sangat pantas jika Pak Maulana mencalonkan. Dan semua ada kemungkinan, tidak ada yang tidak mungkin," tutur Jaang.
Mengapa dia begitu yakin? Menurutnya, selama kurang lebih 20 tahun menjadi stafnya di pemerintahan Kota Samarinda. Akhmad Maulana adalah sosok yang visioner, berprestasi. Bukan hanya di tingkat kota atau provinsi, tapi di tingkat nasional.
"Banyak inovasi yang dihasilkannya berdampak luar biasa bagi Kota Samarinda. Dia mampu bekerja tim, kapabilitasnya pun tidak diragukan lagi. Menjadi kepala OPD artinya sudah biasa mengomandoi staf, mungkin saja jika dia maju menjadi bupati atau wakil bupati di Berau," tutur Jaang.
Terkait pencalonan, Jaang mengungkapkan, seleksi calon akan mulai berjalan di awal tahun 2020. Termasuk seleksi partai. Namun sosialisasi sudah dimulai dari sekarang.
Sahabat lainnya, Jeffrey Erlan Muller (Asdep KemenPAN RB) juga menganggap ayah tiga anak itu pantas maju dalam Pilkada Berau tahun depan, apalagi jika mendapat dukungan dari masyarakat setempat.
"Dengan pengalaman beliau sebagai ASN di berbagai bidang, prestasinya juga bisa kita lihat mulai dari staf dan kepala dinas beberapa kali, saya kira itu sudah menunjukkan keberhasilannya," tutur Jeffrey.
Berpuluh tahun menjadi ASN, menurutnya itu sudah menjadi modal dasar untuk membangun. Karena pastinya dia tahu apa yang dibutuhkan masyarakat.
"Yang paling penting adalah melaksanakan amanah dari masyarakat jika dia didukung. Saya percaya, karena Pak Maulana sukses juga melaksanakan manajemen qolbunya di keluarga dan kantor. Pengalaman manajemen qolbu itu yang bisa diterapkannya untuk membangun Berau," tegasnya.
Rektor Unmul, Prof Masjaya pun sangat mendukung jika Akhmad Maulana ‘berlaga’ dalam Pilkada Berau. "Beliau memiliki kemampuan manajerial yang baik, punya komitmen dan banyak inovasi," ujar Masjaya.
Apalagi, Maulana disebutnya merupakan sosok yang mudah bergaul. Dengan kecerdasan yang dimilikinya, Maulana diketahuinya menuai banyak prestasi. "Prestasi kerjanya pasti baik, punya visi yang baik, memiliki kecerdasan yang baik. Jangankan di Berau, mencalonkan di Samarinda juga bisa. Karena setahu saya, dia biasa kerja cepat dan tuntas. Itu dibutuhkan sosok kepala daerah," tutur Masjaya.
Hal serupa yang diungkapkan Rektor Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Kaltim, H Farid Wadjdy. dia yang juga mengenal Akhmad Maulana sudah cukup lama juga sangat mendukung jika maju dalam Pilkada Berau.
"Sebagai birokrat yang berpengalaman dan menoreh berbagai prestasi dan memiliki semangat tinggi serta tahan banting sangat pantas untuk maju berkompetisi. Beliau memiliki kapasitas untuk menjadi kepala daerah," yakin Farid Wadjdy.
Kepala PKP2AIII LAN Samarinda, Mariman Darto punya pandangan serupa, namun dia memberikan masukan terkait pencalonan. "Semangat beliau perlu diacungi jempol. Sebagai penduduk asli Berau, beliau memiliki peluang. Apalagi Prestasinya okay. Dan prinsipnya, setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai calon kepala daerah. Dan ini dijamin oleh Undnag-Undang," jelas Mariman Darto.
Namun menurutnya, setiap warga negara yang akan mencalonkan sebagai kepala daerah harus memahami kebutuhan masyarakat saat ini. Preferensi warga terhadap calon penting bagi setiap calon. Agar tidak gagal dalam kontestasi Pilkada.
"Sekali lagi, masalahnya adalah apakah masyarakat menjadikan prestasi sebagai preferensi? Setiap warga negara yang akan mencalonkan sebagai kepala daerah harus memahami kebutuhan masyarakat saat ini. Karena sayang kan modalnya besar,” ujarnya.
Terkait pencalonan Maulana, menurutnya sebaiknya perlu survei agar dapat mengkalkulasi peluang. Tentu tidak ada yang mau jadi calon yang gagal. Survei tetap penting dilakukan untuk mengetahui preferensi pilihan masyarakat terhadap calon.
"Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Suprastruktur dan infrastruktur politik juga sangat penting. Di samping faktor kedekatan emosional. Tapi karena Pak Maulana adalah putra daerah Berau, juga pengalamannya di birokrat yang sangat mumpuni, tentu peluangnya lebih besar," pungkasnya. (lin/adv/sam)
Editor : uki-Berau Post