Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Akhir Tahun, Inflasi Dipastikan Terkendali

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 16 November 2019 - 18:36 WIB

SAMARINDA- Inflasi Kaltim selalu terkendali dan masih berada dalam target inflasi nasional sebesar 3,5 plus minus 1 persen year-on-year (yoy). Jelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2020, inflasi Kaltim diyakini tetap terkendali.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, sampai Oktober lalu inflasi Kaltim masih sangat terkendali. “Di bulan Oktober lalu, Kaltim terjadi deflasi sebesar minus 0,37 persen yang disumbang deflasi 0,12 persen di Samarinda dan deflasi sebesar 0,69 persen di Balikpapan,” jelasnya.

Secara nasional, dari 82 kota yang terpantau inflasinya, pada Oktober sebanyak 43 kota mengalami inflasi dan 39 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,22 persen, dan terendah terjadi di Pematang Siantar, Tual dan Ternate sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Balikpapan sebesar 0,69 persen dan terendah di Palopo sebesar 0,01 persen.

Dia menjelaskan, pada Desember mendatang, inflasi Kaltim pasti meningkat. Namun masih terkendali. Sebab selama ini jelang HBKN pasti terjadi inflasi di Bumi Etam seiring banyaknya pasokan makanan yang berasal dari luar daerah. Tapi pihaknya yakin hal itu tidak membuat gangguan kepada inflasi tahunan.

“Meskipun pasokan makanan Kaltim masih berasal dari luar daerah, tapi tingkat inflasinya selalu terkendali. Apalagi jelang HBKN Natal pada Desember, gangguan terhadap inflasi tidak akan terlalu banyak,” tegasnya.

Senada, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono memprediksi jelang HBKN akan terjadi peningkatan inflasi. Namun masih terkendali, karena saat Natal peningkatan kebutuhan masyarakat tidak terlalu meningkat tajam.

Kaltim sebagai daerah dengan supply yang didominasi dari luar, membuat biaya logistik cukup memengaruhi. “Mungkin untuk stok sebenarnya sangat banyak dan mampu memenuhi kebutuhan akhir tahun. Namun perjalanan logistik membuat sedikit gangguan pada harga,” ujarnya.

Menurutnya, pada 2019 ini, inflasi Kaltim akan berada pada kisaran 2,97-3,37 persen (yoy). Namun, dia tidak dapat mengesampingkan terbatasnya produksi komoditas tanaman bahan makanan (tabama), dan hortikultura. Kaltim sampai sekarang masih ketergantungan pasokan dari wilayah lain.

Selain kondisi fundamental, rantai distribusi yang panjang juga turut mendorong harga untuk meningkat lebih tinggi dari seharusnya. Tapi tetap terus diusahakan inflasi Kaltim terkendali, lewat pemenuhan stok dan sebagainya.

Lalu yang perlu diantisipasi adalah inflasi tahun depan, sebab akan banyak harga-harga yang meningkat. Seperti cukai rokok, subsidi BBM yang menurun dan lainnya. “Harus diantisipasi dari sekarang, agar dampaknya tidak terlalu besar. Sehingga tingkat inflasi Kaltim tetap terkendali seperti saat ini,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim