BANJARMASIN – Dibatalkannya pelaksanaan ibadah umrah dan haji tahun ini membuat pihak travel merugi. Jika ditotal, jumlahnya lebih setengah triliun Rupiah!
Tak sedikit travel yang merumahkan karyawannya lantaran penutupan ibadah umrah. Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Perjaanan Ibadah Umrah dan Haji (FKPPIU) Kalsel, Saridi Salimin mengungkapkan khusus perjalanan umrah, tiap tahun jemaahnya mencapai 30 ribu.
Pemerintah Arab Saudi sendiri sejak bulan Maret lalu menyetop keberangkatan umrah. Yang sempat diberangkatkan sejak bulan September 2019 hingga bulan Februari 2020. Ada empat bulan tersisa yang harusnya masih bisa memberangkatkan jemaah.
Dari empat bulan itu, jika rata-rata biaya umrah tiap jemaah sebesar Rp30 juta. Sementara, tiap bulan ada sekitar tiga ribu jemaah yang berangkat. Maka uang yang tak masuk ke pihak travel mencapai Rp360 miliar. “Itu hanya pembatalan umrah, belum pembatalan ibadah haji,” terang Saridi kemarin.
Sementara, untuk ibadah haji yang melalui pihak travel atau biasa disebut haji khusus. Kerugiannya mencapai Rp218 miliar lebih. Dimana, jumlah kuota haji khusus di Kalsel mencapai 1.250 orang. sedangkan biayanya sekitar Rp175 juta per jemaah. “Jika ditotal, lebih dari setengah triliun kerugian karena dampak pandemi,” hitungnya.
Terpisah, Yuliansyah pemilik travel umrah dan haji di Banjarmasin mengaku harus banting setir usaha lain. Pasalnya, untuk meneruskan usaha perjalanan ibadah umrah dan haji di saat sekarang tak memungkinkan. “Tak bisa makan anak dan istri kalau tetap mengharapkan dari usaha ini. Sementara pilih usaha lain dulu,” ujarnya yang saat ini tengah fokus dengan usaha makanan ringan. (mof/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin