Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Lifestyle Nasional Bisnis

Covid-19 Dorong Pertumbuhan Transaksi Nontunai

izak-Indra Zakaria • 2020-08-24 14:04:14
Pada masa pandemi masyarakat Kaltim makin membiasakan diri melakukan transaksi non tunai. Termasuk dalam berinfak atau sedekah. (ANGGI P)
Pada masa pandemi masyarakat Kaltim makin membiasakan diri melakukan transaksi non tunai. Termasuk dalam berinfak atau sedekah. (ANGGI P)

BALIKPAPAN- Pandemi virus corona membuat perilaku masyarakat dalam bertransaksi berubah. Tak hanya jumlah transaksi nontunai terkerek cukup signifikan, Bank Indonesia juga mencatat merchant yang menggunakan QRIS terus tumbuh. Hingga Juli, di Kaltim tercatat lebih dari 50 ribu merchant telah menggunakan QRIS.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan, pemerintah saat ini telah menerapkan relaksasi pada era kebiasaan baru (new normal). Dengan upaya balancing agar ekonomi dapat berjalan di tengah pandemi Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan secara tepat dan ketat.

Apabila masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara tepat diharapkan mampu menciptakan kondisi yang aman sehingga dapat mendukung gerak perekonomian. “Salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia adalah memfasilitasi transaksi yang lebih aman di tengah pandemi yaitu melalui transaksi nontunai yang bersifat contactless seperti penggunaan QRIS,” kata Bimo, Minggu (23/8).

Bank Indonesia secara aktif memberi edukasi dan mendorong perluasan implementasi nontunai. Utamanya QRIS di Balikpapan maupun Kaltim. “Dengan harapan masyarakat dapat tetap aman dan produktif di tengah pandemi,” ungkapnya.

Hingga Juli lalu, jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS mencapai 23.201 unit untuk Balikpapan, Paser, dan Penajam Paser Utara, dengan 20.815 unit di antaranya berada di Balikpapan. Kehadiran QRIS semakin diterima pada banyak kegiatan masyarakat. Seperti tempat ibadah, tempat wisata, tempat belanja modern dan rumah makan.

Senada, KPw BI Kaltim Tutuk SH Cahyono menyampaikan, pertumbuhan jumlah merchant mengalami percepatan. Di mana dengan jumlah merchant QRIS Kaltim terbanyak di Kalimantan. Samarinda menjadi yang terbanyak jumlah QRIS-nya di Kaltim. “Dengan jumlah 27.433 merchant hingga akhir Juli 2020,” sebutnya.

Melalui QRIS memiliki banyak manfaat yang diberikan. Di antaranya transaksi tercatat dan langsung masuk rekening, membangun credit profile dengan mudah, murah dan bebas biaya bagi usaha mikro. “Itu manfaat yang diperoleh bagi UMKM yang memanfaatkan QRIS,” ujar Tutuk.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ricky Satria menyebut, bahwa QRIS mempermudah konsumen melakukan pembayaran serta pembeli dalam menerima pembayaran karena sifatnya yang omnichannel.

Manfaat QRIS bagi masyarakat adalah lebih higienis tanpa kontak fisik. Transaksi cepat dan pengeluaran tercatat. Aman dan terlindungi karena diawasi Bank Indonesia. Efisien tanpa uang kembalian dan bebas biaya, serta kekinian dan gratis. “Kondisi saat ini momentum tepat untuk mendorong transaksi nontunai. Selain itu menjadi pilihan pengguna agar tetap aman,” tutupnya. (aji/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #Bisnis Kaltim