Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dukung Percepatan Energi Terbarukan, DSNG Kembangkan Bio-CNG di Kutim

izak-Indra Zakaria • 2020-08-31 12:44:40
ilustrasi
ilustrasi

BALIKPAPAN – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) turut membantu pemerintah mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). September 2020, perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit dan produk kayu ini akan mengoperasikan pabrik Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) di Muara Wahau, Kutai Timur. Saat ini pembangunan telah memasuki finalisasi instalasi.

DSNG sendiri tercatat memiliki perkebunan kelapa sawit dengan lahan tertanam 112.450 hektare. Dengan 10 pabrik kelapa sawit yang memiliki kapasitas 570 ton per jam, untuk mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi CPO. Pembangunan pabrik dimulai sejak Desember 2018. Pabrik Bio-CNG tersebut memiliki kapasitas 280 meter kubik per jam. Yang menghasilkan output listrik sebesar 1,2 Megawatt.

Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Andrianto Oetomo mengatakan, pembangunan pabrik sempat terhenti pada kuartal I tahun ini akibat pandemi Covid-19. Sehubungan dengan adanya pembatasan aktivitas keluar masuknya wilayah kebun. “Saat ini kami menyelesaikan tahap finalisasi instalasi pabrik Bio-CNG tersebut dan ditargetkan segera commissioning pada September 2020,” katanya dalam public expose, akhir pekan lalu.

Andrianto menjelaskan, pembangunan Bio-CNG Plant ini merupakan salah satu wujud nyata dari kebijakan sustainability perseroan. Dengan memberdayakan limbah cair atau palm oil mill effluent (POME) yang mengandung gas metana (CH4).

Perseroan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Melalui proses konversi gas metana menjadi energi listrik serta gas likuid dalam tabung atau Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG).

Pemanfaatan POME yang berasal dari saru pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas 60 ton TBS per jam akan menghemat penggunaan solar hingga 2 juta liter per tahun sebagai pengganti bahan bakar solar di PKS, perumahan karyawan maupun sarana transportasi.

Ia menyebut, pada tahun depan, perseroan berencana membangun pabrik Bio-CNG berikutnya. Dengan kapasitas yang jauh lebih besar karena memanfaatkan POME dari 2 PKS dengan kapasitas 2×60 ton TBS per jam. Sehingga penghematan biaya energi akan semakin signifikan.

Dengan pemanfaatan Bio-CNG ini, cangkang atau palm kernel shell yang tadinya dijadikan bahan bakar pada kernel crushing plant (KCP) juga dapat diproses menjadi biomassa untuk diekspor ke Jepang. “Sehingga menghasilkan tambahan pendapatan bagi perseroan,” terangnya.

Sementara itu, menyinggung soal kinerja semester I 2020, Andrianto menjelaskan kinerja operasional maupun finansial cukup memuaskan. Perseroan mencatat nilai penjualan sebesar Rp 3,15 triliun, naik 22 persen dibandingkan tahun lalu. Dari jumlah tersebut, penjualan kelapa sawit mencapai Rp 2,66 triliun atau memberikan kontribusi sekitar 84 persen.

Penjualan segmen usaha kelapa sawit tersebut mengalami kenaikan sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Yang didorong oleh kenaikan harga rata-rata CPO perseroan sebesar 23 persen menjadi Rp 7,8 juta per ton dibandingkan semester I tahun lalu sebesar Rp 6,4 juta per ton.

Sepanjang tahun ini harga CPO cenderung tinggi. Meskipun harga CPO di KPB Medan pada kuartal II 2020 sempat merosot jauh di bawah level Rp 7 juta per ton. Akibat turunnya permintaan sebagai dampak pandemi Covid-19 di beberapa negara. “Kami optimistis tren kenaikan harga CPO tersebut akan berlanjut sampai akhir tahun seiring kembalinya aktivitas ekonomi di beberapa negara setelah lockdown,” ujarnya.

Pada semester I 2020, perseroan mencatat perolehan EBITDA sebesar Rp 690 miliar. Naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan margin EBITDA sebesar 22 persen. Relatif sama dengan margin EBITDA pada semester I tahun lalu. Sedangkan laba bersih semester I tercatat sebesar Rp 180 miliar naik 163 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi operasional, selama enam bulan pertama 2020, produksi CPO mencapai 312 ribu ton. Naik 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan berhasil meningkatkan kinerja pabrik kelapa sawit dengan peroleh oil extraction rate (OER) sebesar 24,09 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 22,99 persen.

Sementara itu, di segmen usaha produk kayu, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap volume penjualan baik panel maupun engineered flooring. Meskipun volume penjualan produk panel pada enam bulan pertama 2020 masih naik 6 persen menjadi 47.700 meter kubik. Namun, volume penjualan pada kuartal kedua 2020 turun sekitar 15 persen dibandingkan kuartal pertama 2020.

Begitu juga dengan produk engineered flooring. Di mana volume ekspor pada semester I 2020 turun 7 persen menjadi 402 ribu meter kubik. Yang sebagian besar diakibatkan oleh turunnya volume penjualan pada kuartal kedua 2020 sebesar 32 persen dibandingkan kuartal I 2020.

Terkait dengan Penawaran Umum Berkelanjutan I Obligasi Tahap I 2020, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 451 miliar dari yang ditargetkan sebesar Rp 500 miliar. Jumlah tersebut diperoleh dari dua seri obligasi. Yakni Seri A sejumlah Rp 275 miliar untuk tenor 3 tahun dengan kupon 9,60 persen.

Serta seri B untuk tenor lima tahun dengan kupon 9,90 persen sejumlah Rp 176 miliar. Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum tersebut setelah dipotong biaya-biaya akan digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman perseroan dan anak perusahaan kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Sebelumnya perseroan juga telah menandatangani fasilitas pinjaman senilai USD 30 juta untuk jangka waktu 10 tahun dari Stichting and Green Fund (&Green). Yaitu suatu dana investasi finansial yang berkedudukan di Belanda. Yang berfokus pada pembiayaan berdampak lingkungan. Terutama pembiayaan produksi komoditas yang berkelanjutan dalam rangka perlindungan hutan tropis.

Fasilitas pinjaman tersebut merupakan investasi pertama &Green di dunia untuk sektor perkebunan kelapa sawit. Dan diharapkan bisa mengatalisasi pengimplementasian strategi perseroan atas No Deforestation No Peat No Exploitation (NDPE) serta pemberdayaan komunitas lokal. (aji/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #kelapa sawit