BANJARMASIN - Berbuka puasa tanpa kurma, rasanya kurang lengkap. Menjelang Ramadan, pedagang kurma di Pasar Sudimampir Raya mulai diserbu pembeli.
Ifan, salah seorang pedagang di pusat perdagangan di Banjarmasin Tengah itu, mengakui tahun ini lebih lumayan dibandingkan tahun lalu.
"Karena tahun ini sudah boleh berbuka puasa dan salat tarawih di masjid dan musala, jadi banyak marbot yang mulai membeli kurma," jelasnya, (2/4) siang.
Kurma yang ditawarkan beragama. Ada kurma asal Tunisia, Arab Saudi, Iran, dan Mesir. Harganya pun bervariasi, dari Rp20 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram.
Saking ramainya, tambah Ifan, banyak pedagang kurma dadakan bermunculan.
Membandingkan dengan Ramadan dan Idulfitri pada awal pandemi tahun lalu, ia kini bisa berharap. "Mudah-mudahan ini pertanda bahwa keadaan semakin membaik," tambahnya.
Sementara Ufi, memilih berjualan kurma via marketplace. "Karena semakin mudah membeli online," kata warga Jalan Ahmad Yani kilometer 5 tersebut.
Tapi ia enggan menyebut omzetnya. "Paling favorit adalah kurma Tunisia dan Madinah. Karena legit dan manis, cocok dengan lidah orang Banjar," tambahnya.
Tergolong baru dalam bisnis kurma, ia mengandalkan media sosial sebagai promosi. "Sambutan pembeli bagus," tukas Ufi. (gmp/fud/ema)
Editor : izak-Indra Zakaria