BANJARMASIN - Lebih awal sehari, pusat perbelanjaan di Banjarmasin mulai buka Minggu (16/5).
Padahal, mengacu edaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banjarmasin nomor 100/164/BAGPEM, seluruh pusat perbelanjaan (tradisional dan modern), restoran, tempat hiburan dan objek wisata ditutup antara tanggal 13 sampai 16 Mei.
Pengecualian hanya berlaku untuk penjualan barang kebutuhan pokok. Tujuannya, mencegah kerumunan selama masa libur nasional.
Diperkuat instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2021 perihal penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.
Namun, pantauan Radar Banjarmasin kemarin, Duta Mall di Jalan Ahmad Yani km 2 sudah keburu dibuka. Sekalipun pengunjungnya tak sebanyak saat Ramadan.
Ketika dikonfirmasi, Manajer Operasional DM Banjarmasin, Yenny Purnawati membenarkan mereka kembali beraktivitas. "Iya dibuka. Mulai hari ini," ujarnya.
Sudah dibuka, tapi belum beroperasi penuh. Ambil contoh wahana hiburan seperti bioskop dan tempat bermain anak masih ditutup.
"Restoran pun hanya diperkenankan untuk take away saja. Besok (hari ini) kemungkinan sudah mulai beroperasi normal," ungkapnya.
DM berani lantaran sudah membicarakannya dengan Forkopimda. "Kami sudah berkoordinasi, termasuk dengan pemko. Pertimbangannya, memecah kerumunan di pasar-pasar. Karena aktivitas ekonomi sudah mulai tampak sejak Sabtu lalu," jelasnya.
Gara-gara penutupan kemarin, meski sebentar, DM juga menderita kerugian. Yenny bahkan mengklaim sampai miliaran rupiah. "Karena tenant-tenant sudah menyetok banyak barang untuk dijual pada momen lebaran," tutupnya.
Saat dihubungi, Plh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Mukhyar memberikan jawaban mengambang. Ia menduga, bisa saja DM sudah berkoordinasi, karena di Forkopimda bukan hanya ada pemko.
Tapi ia mengaku tak masalah dengan pembukaan Hypermart atau Transmart. "Yang penting toko baju dan lainnya belum boleh," ujarnya.
Senada dengan Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan, bahwa aparat tidak ingin mematikan sektor bisnis demi pemulihan ekonomi.
Dia hanya menekankan, perlunya pembatasan jam operasional dan pengetatan protokol untuk pengunjung.
"Yang jelas, jangan menimbulkan kerumunan. Kalau dilihat ramai, tutup rolling door-nya separuh. Antrean di luar juga perlu diperhatikan, yang masuk pun juga bergantian," pesannya. (war/lan/fud/ema)