Pedagang busana muslim di pusat grosir pakaian Pasar Sudimampir, Banjarmasin, alami peningkatan omzet beberapa kali lipat selama Ramadan kemarin.
Berbeda jauh dari tahun 2020, Norfiana (25) owner Viana Collection Pasar Sudimampir, mendapat respons sangat baik dari pembeli di tahun ini.
Ia menuruturkan, bahwa pakaian-pakaian muslim yang ada pada galerinya ramai diserbu pembeli. Animo masyarakat dalam merayakan hari raya tahun ini jauh lebih besar.
"Alhamdulillah tahun ini jauh lebih ramai," tutur Norfiana kepada Radar Banjarmasin.
Baju-baju sesuai syariat atau baju syar'i jelas jadi yang paling diserbu. Seperti gamis hingga muslimah set.
Pakaian jenis ini juga terkenal sangat nyaman dan praktis dipakai. Tampilannya pun cantik dan menawan. Sangat pas dikenakan di momen lebaran. Tak heran jika banyak pembeli memilih baju jenis ini.
Harga jual pakaian ini bervariasi mulai dari Rp200 ribuan ke atas. Tergantung pada merek, material dan jenis cutting.
"Sebenarnya tidak ada patokan model karena sesuai selera. Trennya itu justru ke brand-brand tertentu," tutur perempuan yan akrab disapa Viana itu.
Ada beberapa merek baju muslim yang paling banyak di serbu dari Viana Collection. Sebut saja seperti Arniz, Shararea, Mshee, Sanita dan masih banyak lagi.
Menurut Viana, di tahun ini ia harus kembali memulai usahanya dari 0. Karena sempat goyang di awal pandemi 2020 lalu.
Untuk menarik minat pelanggan, ia menjual banyak koleksi bagus tahun lalu hanya dengan setengah harga. "Tahun ini rasanya seperti memulai usaha dari 0 lagi. Banyak barang tahun lalu, kami sale setengah harga di tahun ini," ungkapnya.
Tak terpaku pada bulan ramadan saja. Viana Collection buka setiap hari. Bisa dengan mendatangi offline store di Pasar Sudimampir, blok O, lantai 2, nomor 6B, Banjarmasin.
"Atau dengan mengunjungi online shop kami di Shoppe dengan nama Toko Viana Collection," tuntasnya.
Gamis Basic dan Muslimah Set
Dunia busana terbilang dinamis. Trennya bisa berganti sewaktu-waktu. Termasuk dalam hal busana muslim.
Pakaian jenis ini juga mengalami banyak perkembangan. Variasinya bermacam-macam. Mulai dari aneka pilihan warna.
Warna-warna basic pastinya yang paling banyak dicari, seperti warna putih. Warna ini menjadi yang paling banyak diburu jelang idulfitri kemarin. Tak heran, sebab putih memang menjadi warna identik hari raya sejak lama.
Salah seorang pembeli baju muslim di area Pasar Sudimampir, Zahra (19), mengaku lebih suka baju muslim putih ketimbang warna lainnya.
"Selain tepat untuk momen hari raya, putih juga multifungsi. Bisa buat acara lainnya," ujar warga Kelurahan Sungai Andai itu.
Selain itu, warna-warna netral dan kalem juga mendominasi aneka koleksi baju-baju muslim di pasar ini. Seperti warna nude, peach, krim dan banyak lagi.
"Warna-warna ini sepertinya wajib bagi yang tidak suka pakaian berwarna mencolok. Warna-warna pastel sangat cocok untuk anak muda," tuturnya.
Selain itu, jenis cutting juga menjadi faktor penting bagi Zahra dalam memilih busana. Seperti gaya potong payung, A-Line, lurus dan banyak lagi.
"Kalau mau yang lebih anggun, gaya cutting potong payung lebih pas, karena bagian bawahnya lebih merak. Mau yang simpel? Pilih aja straight cutting," sarannya.
Aksen tambahan juga menjadi bahan pertimbangan dalam memilih pakaian. Ruffle dan gaya balon jadi tren aksen busana tahun ini. Tak terkecuali untuk baju-baju muslim.
Selain itu, kain tambahan sebagai aksen juga menjadi opsi. Seperti tambahan kain tulle yang dijadikan tutu, watun atau sekadar pita.
Menurut owner Viana Collection, Norfiana (25), baju muslim syari tetap menjadi primadona. Seperti gamis aneka jenis model.
Selain itu, baju muslimah set juga sangat ramai dibeli. Baju muslim ini biasanya dilengkapi dengan jilbab panjang dengan warna senada dengan pakaian. Sehingga terlihat lebih kece dan anggun. Selain itu juga praktis.
"Orang rata-rata memilih baju syari atau muslimah set, yang sudah komplet dengan kerudung panjang menutup buat di hari lebaran," tuntasnya. (tia/bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin