Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Komponen Penting Kilang Balikpapan Tiba

izak-Indra Zakaria • 2021-08-23 11:38:45
Photo
Photo

JAKARTA–Muatan kargo terberat dan terbesar selama pengiriman barang di Indonesia datang ke proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Muatan kargo itu berasal dari Ulsan, Korea Selatan (Korsel).

PT LV Logistics Indonesia yang melakukan pengiriman menyebut kargo itu jadi yang terbesar dan terberat sepanjang sejarah pengiriman barang di Indonesia. Kargo tersebut memiliki panjang 40 meter, lebar 17 meter, dan tinggi hingga 16 meter. Sementara berat kargo mencapai 1.400 ton.

Muatan kargo generator itu untuk proyek RDMP Pertamina Balikpapan yang akan meningkatkan kapasitas produksi kilang dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari.

Dalam pelaksanaan proyek RDMP Balikpapan sejumlah perusahaan raksasa dunia seperti Hyundai Engineering Co Ltd, SK Engineering & Construction Co Ltd, dan PT Rekayasa Industri dan PT PP (Persero) Tbk ikut terlibat. PT LV Logistics Indonesia juga menjadi salah satu perusahaan yang terlibat dalam realisasi proyek itu.

LV Logistics Indonesia menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan mulai proses engineering, persiapan dokumen dan formalitas, handling dan load out tiga unit super heavy cargo yang kesemuanya memiliki berat di atas 1.000 ton serta seluruh aksesoris dari Mother Vessel ke jetty RDMP. Lalu dilanjutkan dengan delivery ke laydown area dalam waktu lima hari.

Berat dan dimensi kargo angkutan tersebut merupakan ukuran terbesar dan terberat yang pernah masuk Indonesia. Sebelumnya beberapa perusahaan jasa pengangkut disebut belum pernah mengantarkan muatan seberat itu baik yang terkait proyek infrastruktur maupun tambang atau energi.

Direktur PT LV Logistics Indonesia Tito Budisusanto mengatakan, pengiriman kargo itu sudah dipersiapkan dengan matang dan kerja sama berbagai pihak. “Dengan kesuksesan pekerjaan tersebut bangsa Indonesia patut merasa optimistis. Bahwa pada masa depan seluruh proyek besar akan dapat diselesaikan dengan baik oleh anak-anak bangsa Indonesia dengan peralatan yang murni berasal dari lokal,” katanya.

Sebelumnya, kargo raksasa untuk proyek RDMP Balikpapan itu telah tiba di Indonesia pada 9 Agustus 2021. Kargo tersebut sampai Tanah Air setelah berada di atas laut selama dua pekan lebih karena dikirim dari Korsel pada 24 Juli 2021.

Kargo itu diangkut menggunakan Kapal MT Hanjin yang berisi salah satu paket peralatan berupa disengager/stripper dan regenerator. “Alhamdulillah pagi ini salah satu equipment penting dalam kilang kita telah tiba di Balikpapan,” kata Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Balikpapan Mulyono, kemarin (22/8).

Keseluruhan paket yang diproduksi oleh Hyundai Heavy Industry (HHI) Korea itu memiliki berat sekitar 4.000 ton yang dibagi menjadi sub-peralatan, yang terdiri dari riser and regenerated catalyst stand pipe, disengager/stripper, spent catalyst stand pipe, 2nd stage regenerator, 1st stage regenerator, withdrawal well, catalyst cooler stand pipe, cooled catalyst lift, dan expansion joint antara 1st & 2nd regenerator.

Dengan terpasangnya paket peralatan itu, nantinya menambah progres fisik proyek sebesar +1,5 persen. Paket itu salah satu dari 47 peralatan yang memerlukan proses manufaktur cukup lama yaitu sekitar dua tahun, yang dalam lingkungan proyek sering disebut dengan long lead item (LLI).

Mulyono menjelaskan, paket itu merupakan bagian penting dalam unit residual fluid catalytic cracking (RFCC). RFCC tersebut berfungsi mengolah residu minyak mentah menjadi produk yang bernilai lebih tinggi. Sehingga bisa meningkatkan profitabilitas kilang.

Selain itu, kata dia, meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi standar EURO V yang lebih ramah lingkungan.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang sedang meningkat di Indonesia, bahkan di beberapa daerah termasuk Balikpapan memberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, pihaknya tetap mampu bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Adapun secara keseluruhan, progres proyek RDMP Balikpapan mencapai 37,82 persen per 29 Juli 2021. Sementara itu, pandemi membuat keberangkatan dari Korsel yang awalnya direncanakan Januari 2021 akhirnya mundur. (rom2/k8)

 

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria