Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pertanian dan Kehutanan Jadi Usaha Pertumbuhan Kredit Tertinggi

uki-Berau Post • Kamis, 14 April 2022 - 23:01 WIB
Tarakan
Tarakan

TANJUNG SELOR - Kondisi kredit macet pada perbankan di Kalimantan Utara (Kaltara) berdasarkan Non Performing Loan (NPL), tercatat masih dalam batas aman pada pendataan terakhir di Bulan Februari 2022.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara, Tedy Arief Budiman. Ia menjelaskan, NPL Gross berada di level 0,96 persen pada Bulan Februari 2022. Ini menandakan kualitas kredit masih terjaga di Kaltara karena NPL lebih rendah dari pada ambang batas aman sebesar 5 persen.

“Pembiayaan atau kredit yang disalurkan perbankan di Kaltara naik 24,61 persen menjadi Rp13,36 triliun pada Februari 2022. Pertumbuhan kredit yang tinggi ini didukung kualitas yang terjaga dengan NPL 0,96 persen,” katanya, Rabu (13/4)

Lanjut secara sektoral, sektor pertanian dan kehutanan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan kredit tertinggi mencapai 115,23 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Ini utamanya didukung oleh kinerja sub sektor perkebunan yang sedang menikmati tren kenaikan harga komoditas CPO. Selain itu, sektor perdagangan dengan posisi kredit terbesar kedua kembali melanjutkan pertumbuhan positif sebesar 18,65 persen.

Sektor tersebut mencatatkan performa yang baik di tengah pelonggaran-pelonggaran mobilitas masyarakat di Kaltara sejak awal tahun 2022.

Ini sejalan akselerasi vaksinasi dan kemajuan penanganan Covid 19 di Kaltara. “Selanjutnya, sektor konstruksi dengan pangsa kredit 1,94 persen, melanjutkan tren perbaikan pertumbuhan dari bulan sebelumnya. Namun masih mengalami kontraksi sebesar 4,78 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Ini disinyalir akibat masih banyaknya perusahaan yang menahan realisasi investasinya,” tuturnya.

Berdasarkan jenis penggunanya, kredit konsumsi dengan pangsa terbesar mengalami pertumbuhan positif sebesar 6,27 persen, atau senilai dengan Rp 4,98 triliun pada Februari 2022.

Kondisi ini didukung oleh masih berlanjutnya kebijakan dari pemerintah dan Bank Indonesia dalam bentuk insentif dan stimulus hingga awal tahun 2022. “Kebijakan tersebut antara lain pelonggaran uang muka (down payment/DP) kredit/pembiayaan kendaraan bermotor dan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit atau pembiayaan property, serta perpanjangan pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk mobil baru yang diperpanjang hingga September 2022,” ungkapnya.

Perbaikan kredit konsumsi juga sejalan dari hasil survei konsumen Bank Indonesia yang masih menunjukkan area optimis.
Kredit investasi dengan pangsa 33,23 persen juga kembali mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 89,99 persen, atau senilai 4,44 triliun.

Tingginya pertumbuhan pada kredit invetasi di dorong oleh peningkatan kredit investasi pada lapangan usaha pertanian sub sektor perkebunan. Hal ini sejalan dengan harga komoditas global terutama untuk komoditas kelapa sawit yang terus menunjukkan tren peningkatan harga hingga awal tahun 2022.

“Selanjutnya, kredit modal kerja dengan pangsa sebesar 29,45 persen berhasil mengalami pertumbuhan positif sebesar 6,53 persen, atau senilai dengan Rp3,94 triliun,” jelasnya. Sementara itu, jika dilihat dari rasio kredit dibandingkan dengan pembiayaan terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) di Provinsi Kaltara pada Februari 2022, terjadi peningkatan sebesar 91,84 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar 90,88 persen. (*nnf)

Editor : uki-Berau Post
#ekonomi