SAMARINDA - Realisasi investasi di Kaltim pada 2022 ditargetkan mencapai Rp 54 triliun. Kenaikan target investasi saat ini memang terbilang cukup tinggi dibandingkan tahun lalu, mengingat target investasi nasional yang juga turut meningkat. Sampai triwulan pertama tahun ini, Kaltim sudah berhasil mencatat realisasi 37,67 persen dari target investasi tahun ini.
Untuk diketahui, target investasi 2021 ditetapkan sebesar Rp 32,53 triliun. Realisasi investasi sepanjang tahun lalu berhasil mencapai Rp 41,18 triliun atau 126,58 persen dari target. Hal ini juga yang mendasari peningkatan investasi pada 2022.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto mengatakan, target realisasi investasi Kaltim 2022 sebesar Rp 54 triliun, nilai ini memang meningkat dibandingkan target awal.
Sebelumnya, target realisasi investasi yang diberikan oleh Kementerian Investasi atau dari badan koordinasi penanaman modal (BKPM) ke Kaltim pada 2021 sebesar Rp 32 triliun. Sementara hasil yang tercapai realisasi investasinya sebesar Rp 41,18 triliun untuk 2021 melebihi target. Sehingga, target tahun ini Rp 54 triliun, cukup jauh dari target awal Kaltim pada 2022 Rp 35 triliun dengan realisasi di tahun lalu Rp 41,18 triliun.
“Meski memiliki target yang cukup tinggi, pada periode Januari-Maret (triwulan pertama) realisasi investasi sudah mencapai Rp 14,95 triliun,” jelasnya, Rabu (8/6).
Selama triwulan I 2022, realisasi investasi Kaltim mencapai angka Rp 14,95 triliun sudah cukup baik. Capaian realisasi investasi pada triwulan I 2022 mengalami peningkatan hingga 64,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan jika dibandingkan target yang sudah dipasang oleh Kementerian Investasi, realisasi investasi di Kaltim pada triwulan awal 2022 telah mencapai 37,67 persen.
Realisasi investasi triwulan pertama ini berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) RP 10,18 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) USD 33,24 juta atau sekitar Rp 4,77 triliun. Berasal dari PMDN dengan 2.174 proyek dan PMA ada 271 proyek.
Dengan capaian triwulan I tahun ini pihaknya semakin optimistis dengan pemenuhan target pada 2022. Selain itu, pihaknya juga saat ini terus melakukan evaluasi strateginya dengan kabupaten dan kota untuk mencapai target yang sudah diberikan serta strategi pendekatan, peningkatan laporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari seluruh pelaku usaha.
Selain itu, pihaknya tengah mengevaluasi beberapa laporan LKPM yang tahun lalu masih membutuhkan koreksi. Sekarang di salah satu fitur di Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) sudah memasukkan fitur pengawasan yang harapannya bisa dimaksimalkan.
“Sehingga tahun ini, kami optimistis Kaltim bisa memenuhi target yang ada, hal tersebut dimungkinkan karena beberapa parameter yang ada bisa memungkinkan mengalami peningkatan capaian di tahun 2022,” pungkasnya. (ndu/k15)
Catur Maiyulinda
@caturmaiyulinda
Editor : izak-Indra Zakaria