Pandemi Covid-19 membuat penjualan otomotif turun selama 2020. Itu juga dirasakan PT Mandau Berlian Sejati sebagai diler Mitsubishi. Prospek penjualan mulai terasa meningkat seiring berjalannya proyek pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).
DINA ANGELINA, Balikpapan
dinaangelina6@gmail.com
BAGI Mitsubishi, pasar sepanjang 2022 membaik dibanding tahun sebelumnya. Walau tidak begitu signifikan, tetap memberi kabar segar. Penjualan meningkat 10–15 persen dari 2021. Branch Manager PT Mandau Berlian Sejati Bakhtiar Latief menyebut, kondisi paling berat tentu saat pandemi baru mewabah 2020.
Lonjakan penjualan terjadi saat 2022. Itu sangat menggembirakan karena terjadi kenaikan di atas 20 persen. Ada berbagai faktor yang mendongkrak penjualan. Salah satunya proyek pembangunan IKN yang sudah berjalan. “Itu membuka peluang bisnis di sektor otomotif,” katanya.
Jenis commercial car menjadi bintang untuk penjualan Mitsubishi tahun lalu. Terutama memenuhi keperluan kendaraan proyek IKN di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara. “Ada pembangunan infrastruktur berapa luas yang harus dibuka dan perlu kendaraan. Jadi mulai terasa dampak dari IKN,” ungkapnya.
Misalnya untuk kendaraan dengan lebih dari 10 roda, Mitsubishi memiliki produk dengan merek Fighter. Pria berdarah Sulawesi Selatan itu bercerita, sebelumnya penjualan Fighter sangat sedikit dibanding produk lainnya. Namun setelah ada IKN, penjualan dari unit itu meningkat. Tak hanya itu, perusahaan batu bara juga ikut membeli produk tersebut.
“Akhirnya untuk passenger car menyusul juga penjualan untuk kendaraan operasional,” sebutnya. Sehingga menatap 2023, pihaknya tentu optimistis tahun ini akan lebih baik untuk otomotif. Targetnya Mitsubishi bisa mengalami peningkatan penjualan hingga 100 unit di Kota Minyak.
Tercatat setiap bulan ada 170 unit yang terjual dari diler yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Balikpapan tersebut. “Kalau secara grup, PT Mandau Berlian Sejati bisa menjual hingga 300 unit per bulan,” ujarnya. Itu merupakan total penjualan dari diler di Balikpapan, Tanah Grogot di Paser, Berau, dan Kaltara.
Mitsubishi telah mengatur strategi untuk menarik perhatian konsumen. Walau setiap produk punya strategi masing-masing agar disukai pasar. Seperti yang sudah berjalan promosi lewat event. Kemudian upgrade line up juga mampu membuat peningkatan penjualan.
Artinya varian unit yang telah beredar tahun lalu diperbarui agar semakin disukai masyarakat. Rencananya tahun ini juga ada launching produk baru jenis passenger car. Dia membocorkan sekitar pertengahan tahun, kabar pasti menunggu pusat. Itu sebagai salah satu cara untuk menjawab tantangan pasar.
“Harus memberikan produk terbaik agar bisa bersaing dengan begitu banyak brand lain yang sudah beredar di Balikpapan,” ujar pria yang memiliki hobi badminton tersebut. Persaingan berat dengan kendaraan brand lain berasal dari Jepang, Korea Selatan, Eropa, dan sebagainya.
Terkait maraknya pabrikan membuat kendaraan listrik, Mitsubishi sebenarnya telah membuat jenis kendaraan listrik. Namun mobil listrik tipe premium dengan harga di atas Rp 1 miliar. Mobil itu sudah beredar di Jakarta. Sementara di Balikpapan belum ada, pihaknya masih melihat kondisi di lapangan.
“Kami masih percaya diri dengan beberapa produk andalan yang bisa mendongkrak pasar,” tuturnya. Mengingat Mitsubishi memiliki beragam varian di segala jenis kendaraan. Seperti New Triton double cabin 4x4, hingga saat ini costumer tambang batu bara, kebun sawit, dan lainnya masih banyak menggunakan tipe itu.
“Selama ini New Triton masih memimpin pasar dan menjadi penjualan tertinggi untuk commercial car,” ucapnya. Sementara, perjalanan karier Bakhtiar di industri otomotif sudah digeluti selama 30 tahun. Dia sepenuhnya berkarier bersama Mitsubishi. Awalnya berangkat dari bekerja sebagai mekanik 1993–1998 di Kota Minyak.
Setelah itu, dia berpindah menjadi sales marketing hingga 2008. “Sudah berbekal pengetahuan mekanik, itu jadi patokan saya untuk jualan ke konsumen,” katanya. Selanjutnya masuk bagian after sales. Dia bertugas visit kondisi kendaraan di lokasi pertambangan. Terakhir diangkat menjadi sales manager hingga kini branch manager sejak April 2022.
Bakhtiar berpendapat, marketing merupakan ujung tombak bagi perusahaan. Jika marketing berhasil menjual barang, divisi after sales dan sebagainya mulai hidup. Tentu ada suka-duka sebagai marketing. Apalagi setiap konsumen memiliki karakter berbeda-beda.
Sehingga sales harus bisa mengikuti karakter konsumen dan memberikan pelayanan terbaik untuk mendapatkan hati konsumen. “Kalau dapat penolakan, di mana-mana sering terjadi. Baik secara halus atau lebih. Tapi saya anggap itu bagian dari pekerjaan,” pungkasnya. (rom/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria