Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Indonesia-Singapura Sepakat Jalin Kerja Sama di Bidang Energi

izak-Indra Zakaria • Senin, 11 September 2023 - 03:45 WIB
SEPAKAT: Menteri ESDM Arifin Tasrif menandatangani MoU dengan Second Minister for Trade and Industry Singapura Tan See Leng di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/9).
SEPAKAT: Menteri ESDM Arifin Tasrif menandatangani MoU dengan Second Minister for Trade and Industry Singapura Tan See Leng di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/9).

Indonesia dan Singapura menjadi kerja sama energi rendah karbon dan interkoneksi listrik lintas batas. Ini merupakan kelanjutan dari ASEAN Meeting di Bali dan bakal meningkatkan interkoneksi di ASEAN.

====

DALAM kesepakatan kerja sama tersebut ada beberapa poin yang menjadi fokus. Meliputi pengembangan proyek energi rendah karbon komersial, termasuk interkoneksi untuk perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura, sebagaimana disetujui oleh pemerintah Indonesia dan Singapura.

Juga, pertukaran informasi tentang kebijakan dan persetujuan peraturan dan kerangka kerja untuk memungkinkan proyek perdagangan listrik lintas batas komersial. Memfasilitasi pengembangan proyek perdagangan tenaga listrik lintas batas, termasuk kredit karbon sesuai dengan peraturan perundang-undangan masing-masing. Bidang kerja sama lain yang diputuskan bersama oleh para pihak.

"MoU ini akan berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang untuk periode lima tahun berikutnya," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana. Dia menambahkan, MoU terkait energi ini melengkapi MoU sebelumnya yang telah diteken antara Kementerian ESDM RI dan Ministry of Trade and Industry (MTI) Singapura pada 21 Januari 2022 lalu.

Area kerja sama tersebut mencakup Pengembangan teknologi energi rendah karbon (solar PV, hidrogen, dan CCS/CCUS); Pengembangan jaringan listrik regional, interkoneksi lintas-batas, dan perdagangan energi; Fasilitasi pembiayaan proyek energi; dan pengembangan sumber daya manusia terkait.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P Hutajulu mengatakan untuk eksekusi dari nota kesepahaman terkait interkoneksi listrik tersebut masih menunggu permintaan dari Singapura, untuk kemudian dikonsolidasikan dengan PT PLN (Persero). "Jadi nanti PLN di depan nanti untuk pengelolaan transmisinya, supaya tidak ruwet jadi harus terkonsolidasi," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam perhelatan KTT ASEAN juga diselenggarakan agenda penandatanganan kerja sama strategis antara Indonesia-Korea. Kerja sama ini diwakili oleh sejumlah perusahaan dari Indonesia dan Korea dalam rangkaian Indonesia-Korea Business Rountable Business. Salah satunya, penandatanganan kerja sama di sektor kelistrikan antara PT Symphos Electric (Indonesia) dengan LS Electric Co Ltd (Korea).

Presiden Direktur PT Symphos Electric Forman Lee dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kerja sama (merger) antara PT Symphos Electric dan LS Electric akan membuka peluang pasar yang lebih luas. Khususnya untuk pasar alat kelistrikan.

“Jika selama ini market kami hanya di lokal (Indonesia), maka dengan merger ini kami berharap bisa mengembangkan produk lainnya, termasuk juga adanya transfer teknologi dari mereka,” ujar Forman.

Dengan merger ini, pihaknya menginginkan secara bisnis PT Symphos akan bisa bertumbuh, ekspansi, dan diversifikasi produk. “Kami ingin grow, bukan mereka hanya invest saja. Tapi kami juga mau mengembangkan produk-produk ekspor. Itu tujuan kami,” jelas Forman.

Saat ini kerja sama antara kedua perusahaan besar ini berfokus pada produk trafo oil. Trafo oil adalah bagian penting dalam sistem tenaga untuk konversi level tegangan dan menjaga aliran daya dalam sistem tenaga listrik.

President, Chief Operating Officer Global LS Electric Co., Ltd Jong Woo Kim mengungkapkan, pihaknya memang mencari mitra bisnis untuk menerapkan strategi pemasaran khususnya di pasar listrik Asia Timur. “Kami sudah dua tahun melakukan penjajakan dengan PT Symphos Electric,” kata Jong Woo Kim.

Lebih jauh, dia juga mengatakan, target dari kerja sama ini adalah diversifikasi pasar. “Sejauh ini PT Symphos Electric lebih banyak fokus pada pasar PLN. Sungguh, PLN adalah salah satu pelanggan terpenting kami di Indonesia. Dan kami akan menjaga kemampuan manufaktur untuk memenuhi kebutuhan PLN,” ujarnya.

Selain diversifikasi pasar, LS Electric, kata Jong Woo Kim, ekspansi global menjadi target selanjutnya. “Secara sederhana kami berharap kepada pasar baru di luar Indonesia setelah mencatat keberhasilan di pasar dalam negeri,” ucap Jong Woo Kim.

LS Electric dikenal sebagai pemain global yang dikenal sebagai perusahaan manufaktur yang memproduksi dan memasok perangkat dan peralatan listrik; mulai transmisi tenaga listrik hingga distribusi di jaringan listrik dan industri. (ndu/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria