Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

India Penyumbang Surplus Terbesar Neraca Perdagangan Indonesia

izak-Indra Zakaria • Rabu, 17 Januari 2024 - 19:19 WIB
Photo
Photo

JAKARTA – Neraca perdagangan kembali mencetak surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus USD 3,31 miliar pada Desember lalu. ’’Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 44 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,’’ ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, (15/1).

Pudji menjelaskan, surplus itu berasal dari ekspor sebesar USD 22,41 miliar yang lebih besar dibanding impor yang mencapai USD 19,11 miliar.

Surplus bulan lalu ditolang oleh komoditas non migas, yakni sebesar USD 5,20 miliar. ’’Komoditas penyumbang utamanya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja,’’ imbuh dia.

Pada saat yang sama, neraca perdagangan migas defisit USD 1,89 miliar. Penyumbang terbesar adalah hasil minyak dan minyak mentah.

Secara kumulatif dari Januari-Desember 2023, total surplus neraca perdagangan RI mencapai USD 36,93 miliar. Jumlah itu turun 33,46 persen atau sekitar USD 17,52 miliar jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari negara mitra, tiga penyumbang surplus perdagangan terbesar adalah India, AS, dan Filipina.. Sementara, tiga kontributor defisit terdalam yaitu Australia, Brasil, dan Thailand.

Sementara itu, Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Debora Sulistya Rini mengatakan, kinerja ekspor penutup tahun lalu cukup baik. Selama Desember, sebanyak USD 1,96 miliar. Pertumbuhan dibanding bulan sebelumnya 2,52 persen. Sedangkan, kenaikan merujuk periode yang sama 2022 (YoY) naik 10,6 persen.

Selama 2023, ekspor perhiasan mencatat rekor paling baik dengan nilai USD 2,9 miliar. Kenaikannya mencapai 52,74 persen dibanding 2022 yang mencapai USD 1,9 miliar. Padahal, secara volume justru terjadi penurunan 14,8 persen. “Itu menandakan bahwa eksportir perhiasan menikmati dampak dari kenaikan harga perhiasan secara global,” tuturnya.

Untuk impor, kinerjanya hanya naik 2,42 persen YoY menjadi USD 2,59 miliar. Sedangkan, periode Januari-Desember 2023 turun lebih jauh yakni, 13,92 persen.

“Lesunya kegiatan industri yang menyebabkan impor bahan baku atau penolong turun 17,74 persen. Kontribusi kelompok barang tersebut yang biasanya mencapai 70 persen menjadi 67,7 persen akhir tahun lalu,” paparnya. (dee/bil/dio)

Neraca Perdagangan Desember 2023

 

Ekspor: USD 22,41 miliar

Impor: USD 19,11 miliar

Surplus USD 3,3 miliar

Surplus ke 44 bulan berturut-turut

 

Tiga negara penyumbang surplus terbesar

-India: USD 1,42 miliar

-AS: USD 1,32 miliar

-Filipina: USD 718 juta

 

Sumber: BPS

Editor : izak-Indra Zakaria