SAMARINDA–Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit berada di jalur peningkatan. Sampai Februari 2024, harganya sudah mencapai Rp 2.358 per kilogram. Lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kaltim Daru Widiyatmoko mengatakan, peningkatan harga TBS disebabkan peningkatan harga crude palm oil (CPO).
Diketahui, harga referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit atau CPO untuk penetapan bea keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPDP-KS), atau biasa disebut pungutan ekspor (PE), untuk periode 1–29 Februari 2024 sebesar USD 806,40 per metrik ton (MT).
Nilai ini meningkat sebesar USD 31,48 atau 4,06 persen dari periode Januari 2024 yang tercatat sebesar USD 774,93 per MT. “Harga sawit saat ini konsisten naik. Tentunya petani sawit saat ini sangat senang, kenaikan ini cukup tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” katanya, Jumat (16/2).
Sama seperti bulan-bulan sebelumnya, harga TBS petani swadaya masih lebih tinggi. Tingginya harga TBS petani swadaya disebabkan berdirinya pabrik tanpa kebun. Artinya pabriknya mengambil buah dari petani-petani swadaya ini. Sedangkan pabrik yang memiliki kebun plasma membeli harga sesuai Disbun yang lebih rendah.
Jadi, saat ini di Kaltim sudah ada pabrik kemitraan. Tapi bermitranya bukan dengan kebun plasma sesuai aturan, namun dengan petani swadaya. Itu yang membuat harga TBS petani swadaya lebih tinggi. Meski demikian, secara menyeluruh saat ini harga TBS petani mengalami peningkatan, seiring naiknya harga CPO.
Sejumlah faktor yang telah menyebabkan harga referensi CPO konsisten naik, di antaranya adanya peningkatan harga minyak mentah dunia dan adanya peningkatan harga minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai (soybean oil). Ini akibat munculnya kekhawatiran penurunan pasokan dari Brasil imbas cuaca yang kering.
“Harga CPO diprediksi masih terus meningkat. Hal ini tentunya akan mendongkrak peningkatan harga TBS di Kaltim,” pungkasnya. (ndu/k8)
Catur Maiyulinda
@caturmaiyulinda
Editor : Indra Zakaria