Raden Roro Mira Budi Asih• Sabtu, 6 April 2024 - 21:30 WIB
LAUK-PAUK: Meski memiliki harga yang cukup tinggi, permintaan ayam ras selalu tinggi setiap bulannya. (DOK/KP)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan RI meroket pada Maret 2023, tembus 3,05 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 102,99 menjadi 106,13. Sedangkan secara bulanan atau month to month (mtm) inflasi naik menjadi 0,52 persen.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yaitu sebesar 7,3 persen dengan andil sebesar 2,09 persen terhadap inflasi umum.
Adapun komoditas yang memberikan andil inflasi, antara lain adalah beras, daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, dan bawang putih. "Komoditas lain di luar makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi cukup signifikan adalah emas perhiasan dan nasi dengan lauk," ujarnya.
Selanjutnya, sebaran inflasi tahunan menurut wilayah secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat dengan inflasi 4,78 persen. "Sedangkan inflasi terendah terjadi di Papua Barat Daya dengan inflasi sebesar 1,42 persen," imbuhnya.
Di lihat dari komponennya, Amalia menyebut yang memberikan andil inflasi pada Maret adalah komponen harga diatur pemerintah yang mengalami inflasi sebesar 0,08 persen (mtm), dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen. “Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen harga diatur pemerintah adalah sigaret keretek mesin (SKM),” terangnya.
Sementara itu, pada Januari penjualan ayam beku di Kaltim lewat Perumda Varia Niaga tercatat 127.220 kilogram. Bulan selanjutnya, terjadi peningkatan signifikan hingga terjual 199.532,09 kilogram. Permintaan tinggi datang dari restoran hingga UMKM.
“Pasar ayam beku itu lebih ke restoran dan UMKM, analisis kami kenapa kencang sebelum Ramadan dan Lebaran, karena untuk persiapan stok mereka sambut bulan puasa. Misal, untuk event buka puasa bersama,” beber Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda Syamsuddin Hamade.
Penjualan hingga 26 Maret lalu tercatat 118.408,74 kilogram. Syamsuddin menyebut, jika fokus mereka pada empat komoditas, yakni ayam beku, telur, gula, dan bawang merah. Diakui, jika ayam beku memberi dampak yang cukup besar.
“Stok kami itu ada total sekitar 20 kontainer, sekitar 300 ton. Sebelum masuk bulan puasa sudah pre-order segitu. Jadi berangsur-angsur. Harga juga kita tahan di bawah inflasi,” lanjutnya. Pihaknya sengaja pre-order kapasitas besar untuk menjaga harga. Dan hal itu terbukti efektif. Minggu pertama Maret lalu, malah terjadi deflasi. Juga melakukan sistem pre-order di supplier dan bisa penetrasi harga.
Permintaan ayam beku juga diakui masih sama seperti bulan-bulan biasa. Syamsuddin menjelaskan, jika pihaknya terus mengatur ritme distribusi agar stabilitas harga terjaga. Jangan sampai terlalu cepat jualan yang berakibat stok kosong.
“Jadi, agak nahan dan agak lepas mainnya. Kalau stok banyak dan permintaan juga banyak, kita lepas. Kalau ada potensi inflasi tinggi, kan ada tanda-tandanya. Misal di Jawa harga ayam mahal, jadi kami akan tahan supaya harga mahal itu enggak masuk. Supaya enggak terjadi inflasi,” ungkapnya.
Sehingga saat terjadi lonjakan, stok masih ada dan harga tetap terkendali. “Kalau telur memang dari segi kuantitas masih belum besar. Makanya inflasi, dan setiap adakan Gerakan Pangan Murah (GPM), terbukti telur yang paling cepat habis. Sebab harga di pasaran tinggi, di kami jual murah. Tapi, insyaallah telur akan terjaga, kita sedang bangun kandang,” jelasnya.
Didukung dengan program pengembangan masyarakat dengan membangun kandang ayam petelur di setiap RT. Selain itu, kandang di Penajam dengan luas 6 ribu m2, kapasitas existing 12 ribu ekor dan kapasitas pengembangan 30 ribu ekor.
Dirinya juga optimistis dapat menjaga stok hingga H-3 Idulfitri. Saat ini, permintaan yang mulai tinggi datang dari gula pasir. Salah satu faktornya berbanding lurus dengan tingginya permintaan parsel.
Syamsuddin menyebut, jika harga gula dan bawang merah masih terkendali. Stok juga aman. “Gula di harga Rp 17.500, bawang merah di Rp 23-30 ribu bergantung jenis kalau di GPM. Jadi untuk ayam beku, gula, dan bawang merah insyaallah masih terjaga karena di kami stoknya banyak,” pungkas dia. (ndu/k15)