Mengolah lapis legit sejak 2015, kini namanya sudah dikenal sebagai salah satu spesialis pembuat penganan di Samarinda. Banjir pesanan saat memasuki momen hari besar keagamaan. Natal, Imlek hingga Lebaran.
RADEN RORO MIRA, Samarinda
SEJAK awal berkecimpung di dunia baking, Elyzabeth atau yang akrab disapa Elly juga sudah memproduksi kue kering. Namun diakui tidak dalam kapasitas besar. Sejak Natal pada Desember tahun lalu, dia coba kembali perkenalkan kue kering.
“Imlek tahun ini juga bikin. Lebaran lalu juga akhirnya bikin. Enggak banyak, sekitar 150-an stoples. Target memang segitu. Ibaratnya, kue kering ini jadi temannya lapis legit lah. Sekalian juga ada beberapa customer yang enggak mau repot, beli lapis legit sekalian kue kering di saya,” bebernya.
Membuat kue kering juga sudah dilakukan sejak awal Ramadan. Perlahan kembali mengenalkan berbagai olahan usahanya. “Karena kan sekarang sudah punya toko, jadi sambil pelan-pelan perkenalkan,” lanjutnya ditemui di tempat usahanya, Toko Elvons di Samarinda.
H-7 Lebaran, dia bersama tujuh karyawannya mulai produksi lapis legit. Sebab, termasuk tipe kue basah yang ketahanannya tak lebih dari seminggu dalam suhu ruang. Dalam sehari bisa 3-5 kloter pembuatan. Dalam satu kloter memerlukan waktu 3-4 jam dan hasilkan 15 loyang.
“Namanya juga lapis legit, jadi memang proses ngelapis itu lama. Intinya sudah belajar atau evaluasi dari sebelum-sebelumnya. Sudah bagi tugas sama tim, ada yang bagian pecahkan telur, mengadon, menimbang,” paparnya.
Bahan utama olahannya adalah telur dan butter (mentega). Untuk memenuhi permintaan Lebaran tahun ini, Elly menghabiskan hingga 600 piring telur. Namun, angka itu masih kalah dari pesanan Imlek Februari lalu yang tembus hingga 800 piring telur.
“Sebenarnya kalah di mentega. Sebab, momen Natal, Imlek, dan Lebaran ini dekat sekali jarak waktunya. Jadi, distributor mentega kewalahan, belum lagi sesama pembuat kue juga rebutan mentega yang sama. Soalnya kan masih impor ini mentega,” jelasnya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, pesanan terkendala keterbatasan waktu, tenaga hingga bahan. Namun tahun ini, waktu dan tenaga sudah Elly atur sedemikian rupa. Namun, stok mentega yang membuatnya mesti menolak banyak pesanan masuk.
“Padahal kalau mentega stoknya ada, Lebaran tahun ini bisa menyamai Imlek. Dari segi permintaan, memang lebih tinggi. Bahkan, naik dibanding Lebaran tahun lalu. Kebanyakan pelanggan loyal yang repeat order. Itu saja baru selesai Lebaran tahun ini, sudah ada yang booking atau keep untuk Lebaran tahun depan lho,” kata Elly lalu terkekeh.
Bahkan, dalam misi menambah stok mentega dilakukan Elly hingga ke kota tetangga, Balikpapan. Hasilnya pun sama. Dari distributor memang sudah kosong. Selain itu, terkendala pengiriman yang juga lama.
Pelanggan loyal Elly tak pernah absen memesan. Untuk pesanan pribadi, satu orang bisa 30 loyang. Belum lagi untuk hampers, ada yang memesan hingga lebih dari 50 loyang. “Ada customer saya yang tiga tahun terakhir selalu pesan. Untuk satu loyang ukuran 20x20 pesan 30, belum lagi yang setengah loyang ukuran 10x20 pesan 20. Sampai heran, apa enggak bosan ya makan lapis legit. Tapi, ternyata mereka sudah cocok katanya,” beber dia.
Untuk pengiriman, tidak hanya menjangkau Samarinda dan sekitarnya. Namun, pesanan luar pulau juga lumayan. Jakarta dan Surabaya sudah jadi langganan. “Kan kue ini awet maksimal tujuh hari kalau cuaca oke dalam pengiriman. Sudah sampai Medan, Padang, dan Pekanbaru. Syukurnya aman,” sebutnya.
Mendekati Lebaran, tinggal melayani pengiriman dalam kota. Bahkan, Elly hingga dibantu keponakan dan suami untuk pengiriman. Sebab, kurir sudah overload. Pada 2024 menjadi tahun yang disyukuri.
“Nah, beberapa hari ini handphone saya mulai ramai. Banyak yang chat dan tanya soal lapis legit. Harganya berapa, rasa apa saja, kapan ready. Karena mereka sudah pada mencicipi saat lagi bertamu atau dikasih hampers. Tapi, sayangnya belum ready karena masih kosong bahannya. Makanya jadi evaluasi, tahun depan harus benar-benar siap dari segi stok bahan,” tutupnya. (rom/k15)
Editor : Indra Zakaria