Prokal.co - SAMARINDA - Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim gelar Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2024.
Sebagai festival ekonomi syariah terbesar di Kaltim, juga bagian dari rangkaian Road To FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2024.
Mengusung tema "Sinergi untuk Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Syariah Kalimantan Timur". Berlangsung mulai 30 Mei - 1 Juni di Atrium BIGmall Samarinda.
Menampilkan serta mempromosikan produk dan program ekonomi keuangan syariah. Dengan dua kegiatan utama, sharia expo dan sharia conference.
Rangkaiannya yakni sosialiasi ekosistem halal, islamic competition, business matching UMKM dengan perbankan, pojok wakaf, serta showcase produk halal.
Bank Indonesia bersama pemerintah pusat berkomitmen mempercepat, memperluas dan memajukan ekonomi.
Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto, menyebut bahwa satu wujud nyata penguatan platform kolaborasi ekonomi keuangan syariah adalah lewat KalaFest 2024.
"Ada empat hal yang ditekankan. Pertama peningkatan produktifitas dan daya saing. Lalu penerapan serta penguatan kebijakan regulasi, kemudian penguatan keuangan dan infrastruktur keuangan dan terakhir penguatan halal brand dan awareness," jelasnya.
Pada kesempatan opening ceremony Kamis, 31 Mei, juga dilakukan launching gerakan wakaf Kaltim melalui aplikasi Satu Wakaf Indonesia.
Lalu peluncuran digitalisasi QRIS drive thru kepada tiga yayasan masjid yakni Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, Masjid Jami Al Ma'ruf dan Masjid Raya Darussalam Samarinda.
Serta inisiasi zona kuliner aman dan sehat (Zona KHAS) pada wisata belanja Islamic Center Samarinda.
Hingga penandatanganan MoU kerjasama halal centre dengan LP3H UINSI dan Universitas Mulawarman. Disusul penyerahan sertifikasi halal pada perwakilan UMKM, hingga juru sembelih halal.
Mengacu pada sharia banking growth per 2022 yakni 7,3 persen. Meningkat 1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Namun demikian, meski alami pertumbuhan hanya 10,87 persen dari penduduk Indonesia yang menggunakan keuangan syariah. Sehingga menjadi tantangan dan peluang bagi industri perbankan syariah.
"Bank Indonesia akan terus bersinergi dan berkolaborasi untuk mendorong literasi tentang ekonomi syariah. Agar masyarakat di Kaltim dapat berpartisipasi aktif memperluas kontribusi ekonomi syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan," pungkas Budi.
Editor : Indra Zakaria