Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Budidaya Ikan Air Tawar Terhambat, Pasca Musim Kemarau, Normalisasi Sulit

Ari Arief • Selasa, 4 Juni 2024 - 21:00 WIB

PANEN: Pembudidaya ikan air tawar di Sebakung Jaya, Babulu, PPU saat panen ikan nila.
PANEN: Pembudidaya ikan air tawar di Sebakung Jaya, Babulu, PPU saat panen ikan nila.
 

Prokal.co, PENAJAM - Pascamusim kemarau panjang yang melanda beberapa bulan lalu menyebabkan sebagian kolam untuk budi daya ikan air tawar di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) mengalami kesulitan normalisasi air bersih. Hal ini berakibat pada terhambatnya proses budi daya ikan di wilayah tersebut.

Menurut Amin Margo Santoso, salah satu pembudi daya ikan air tawar di Sebakung Jaya, kolam yang sempat kering akibat kemarau mengalami kesulitan untuk menetralkan air. Sementara itu, kolam yang tidak sempat kering, sudah mulai bisa ditaburkan bibit ikan.

“Saat ini, kolam-kolam yang sudah mulai berproduksi setelah diterjang kemarau panjang itu jumlahnya di atas 50 persen. Alhamdulillah,” ujar Amin.

Jumlah petani ikan di wilayah Sebakung Jaya cukup banyak, mencapai 11 kelompok tani pembudi daya ikan. Sebagian besar jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan nila. Baru-baru ini, mereka mendapatkan bantuan bibit ikan jenis patin dari Dinas Kelautan dan Perikanan PPU.

Amin menambahkan, hingga saat ini belum ada pasar tetap untuk memasarkan ikan-ikan yang mereka budidayakan. “Ya, kami pasarkan dengan mencari sendiri-sendiri calon pembelinya. Kalau saya panen ikan ya saya jual ke Babulu atau kemana saja yang ada peluang,” ujarnya.

Jumlah panen tergantung seberapa banyak bibit ikan yang ditebar. “Biasanya, kalau saya tiga kali panen bisa sampai 800 kilogram ikan,” tuturnya. Amin menegaskan, bahwa hampir setiap rumah warga di desa bekas transmigrasi itu memiliki kolam di dekat rumahnya.

Kolam-kolam itu tercipta akibat tanahnya diambil untuk tanah uruk. Dikatakannya, bahwa kesulitan normalisasi air bersih akibat kemarau panjang ini menjadi tantangan bagi para pembudi daya ikan air tawar di Sebakung Jaya.

Diharapkan, pemerintah dapat memberikan solusi dan bantuan untuk mengatasi masalah ini agar budidaya ikan di wilayah tersebut dapat terus berkembang.

Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, PPU ini telah ditetapkan sebagai kawasan budi daya ikan air tawar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), Agustus 2023 lalu. Seremoni peresmiannya dilakukan oleh Bupati PPU---kala itu, Hamdam Pongrewa, di halaman Kantor Desa Sebakung Jaya, dan ide dasarnya berasal dari Kepala Dinas Perikanan PPU—kala itu, Andi Trasodiharto yang sekarang menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian PPU.

Lalu, pada April 2024 pemerintah daerah menyerahkan bantuan sebanyak 172 ribu ekor bibit ikan patin, 600 kilogram pakan starter, dan 5.400 pakan grower telah disalurkan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Nila, Pokdakan Gurame, Pokdakan Karya Bersama, dan Pokdakan Mina Makmur di desa tersebut.

“Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan ketahanan pangan yang lebih baik di wilayah PPU,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan PPU, Rozehan Azward saat penyerahan bantuan, seperti diwartakan media ini. (kri)

ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id 

Editor : Indra Zakaria