Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Galangan Kapal Butuh Insentif Fiskal

Redaksi • Jumat, 12 Juli 2024 - 16:28 WIB
ilustrasi galangan kapal.
ilustrasi galangan kapal.

Meski pelayaran di Tanah Air terus tumbuh, galangan belum menggarap banyak proyek pembangunan kapal baru. Pelaku usaha pun berharap industri kapal nasional, termasuk di Jawa Timur, bisa mendapatkan insentif untuk bisa menarik hati perusahaan pelayaran di Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Anita Puji Utami menyatakan, industri galangan kapal domestik memang mengalami pertumbuhan setiap tahun. Namun, hal itu masih meninggalkan pekerjaan rumah yang besar. Sebab, sebagian besar proyek yang ditangani galangan kapal di Indonesia kebanyakan perbaikan kapal.

’’Dari total proyek yang ditangani galangan Indonesia, sekitar 20 persen merupakan new building (pembangunan kapal baru, Red). Sisanya, ya repairment (perbaikan),” ungkapnya saat melantik DPC Iperindo Jawa Timur.

Padahal, kata dia, galangan sebenarnya siap untuk bisa menggarap kapal baru. Hingga saat ini, produksi kapal baru yang dilakukan di Indonesia sudah mencapai ribuan unit. Namun, dia mengaku kesulitan untuk bersaing dengan industri galangan luar negeri. Pasalnya, beberapa komponen kapal memang harus diimpor. Misalnya, mesin kapal yang belum bisa diproduksi di tanah air. Alhasil, biaya produksi kapal mereka memang lebih mahal. ”Nah, kita butuh keberpihakan dari pemerintah. Misalnya, insentif fiskal yang membuat harga kita sama dengan luar negeri,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Iperindo Jatim Zacharias Santoso menyatakan, produksi kapal di Indonesia belum merata. Sebagian besar masih di Batam dengan produksi 900 kapal dan Kalimantan 400 kapal. Di sisi lain, kapal yang diproduksi di Jawa Timur hanya 28 unit. Padahal, jumlah galangan di seluruh provinsi tersebut mencapai 35–40 galangan. Angka itu mencapai 17 persen dari jumlah galangan nasional yang mencapai 232 perusahaan. ”Kami sangat siap untuk melakukan new building di sini. Harapannya, antrean di Batam yang saat ini sudah mencapai 2.025 dan kebutuhan kapal baru membuat kita juga kebagian order,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak Agustinus Maun menyatakan bahwa potensi pembangunan kapal di galangan Jatim memang harus dimaksimalkan. Menurut dia, kualitas kinerja galangan Jatim sudah terbukti. Kapal yang diperbaiki belum pernah mendapatkan keluhan. (bil/c12/fal)

 
Editor : Indra Zakaria