Peningkatan kunjungan wisatawan tidak hanya menguntungkan hotel dan restoran tetapi juga berdampak positif pada industri kecil dan menengah (IKM), termasuk pelaku UMKM yang merasakan manfaat dari meningkatnya permintaan akan produk dan layanan mereka.
"Sektor kuliner, fashion, dan kriya semakin berkembang dengan adanya lonjakan jumlah pengunjung. Ini tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru," jelas Ratih. Peran UMKM dalam mendukung pertumbuhan ini juga mendapatkan apresiasi dari pemerintah kota.
Pertumbuhan sektor seni budaya dan seni pertunjukan turut memperkaya kehidupan budaya Balikpapan, dengan semakin seringnya acara seni dan festival budaya yang menarik perhatian pengunjung dan memberikan platform bagi seniman lokal. Sebagai kota yang berada di dekat IKN, Balikpapan memiliki peran strategis sebagai beranda baru ibu kota.
Dengan posisinya yang menguntungkan, kota ini diharapkan dapat menjadi pusat layanan dan fasilitas pendukung bagi para pengunjung dan pekerja yang terlibat dalam pembangunan ibu kota baru tersebut.
Namun, tantangan besar yang dihadapi Balikpapan adalah bagaimana memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi ini berkelanjutan dan inklusif. Pemerintah kota bersama pelaku industri harus bekerja sama untuk memastikan manfaat dari pertumbuhan ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di sektor UMKM dan pekerja lokal.
"Kami akan terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi Balikpapan," tandas Ratih. (*)