Betapa tidak, setelah berhasil melakukan penerbangan perdana pada Jumat, 27 September 2024, kini maskapai ini malah membatalkan semua penerbangannya dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Di Balikpapan, maskapai ini sebelumnya debut penerbangan pada Senin (30/9/2024) dengan rute Jakarta (CGK) - Balikpapan (BPN) dengan pesawat Boeing 737-800.
Bahkan, pada pukul 20.32 WIB, pesawat yang sama kembali terbang menuju Jakarta.
Namun, sepekan setelah penerbangan perdananya, BBN Airlines justru menghilang dari jadwal penerbangan di Balikpapan.
Pembatalan penerbangan ini membuat para penumpang kebingungan.
Seperti yang diungkapkan oleh akun @kartika_wang di media sosial Threads. Penumpang yang memesan tiket BBN Airlines merasa kesulitan karena tidak menemukan konter check-in maskapai di bandara.
Kartika Wang, salah satu penumpang yang terkena dampak, mengungkapkan kekecewaannya karena tidak menerima notifikasi lengkap seperti biasanya.
Bahkan, pemberitahuan email baru ditemukan beberapa hari sebelum keberangkatan, yang tidak sesuai dengan standar komunikasi yang diharapkan.
Dikutip dari Kaltim Post, General Manager Bandara SAMS Sepinggan Iwan Novi Hantoro mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi dari maskapai terkait penghentian penerbangan itu.
“Kami menerima informasi penerbangan dari dan ke Balikpapan yang dilayani BBN Airlines tidak beroperasi dari 29 Oktober hingga saat ini,” katanya kepada Kaltim Post.
Selaku pengelola Bandara SAMS Sepinggan, dia menyebut pihaknya belum mendapat pemberitahuan lebih lanjut.
“Pihak maskapai juga belum memberitahu atau bersurat secara resmi kepada kami terkait tidak beroperasinya BBN Airlines,” ucapnya.
Beberapa waktu lalu, calon penumpang yang mengeluh sempat diberi pemahaman oleh petugas bandara.
“Namun untuk informasi lebih lanjut bisa langsung berkoordinasi dengan pihak maskapai BBN,” imbuhnya.
Baca Juga: Penerbangan Rute Tawau-Tarakan-Balikpapan Bakal Kembali Dibuka
Berikut ini profil singkat BBN Airlines Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat penerbangan perdana BBN Airlines Indonesia sudah dilakukan pada 27 September 2024.
Adapun BBN Airlines berdiri sejak Agustus 2022 dan merupakan anak usaha Avia Solutions Group.
Sebuah perusahaan penyedia pesawat, kru, pemeliharaan, dan asuransi (ACMI) yang berkantor pusat di Dublin, Irlandia.
Saat ini, Avia Solutions Group memiliki 199 armada pesawat yang beroperasi di seluruh dunia.
Di Indonesia, BBN Airlines menunjukkan kesiapan operasionalnya sejak mendapatkan Sertifikat Operator Pesawat Udara (AOC) dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kemenhub, pada Agustus 2023.
Pada Maret 2024, maskapai juga memperoleh Sertifikat Operasi Udara penerbangan komersial penumpang dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia.
Penambahan sertifikat ini menunjukkan kesiapan maskapai untuk mengoperasikan penerbangan komersial.
Perusahaan menyatakan bahwa dengan izin yang dimiliki, mereka akan menyediakan layanan penerbangan yang aman, andal, dan efisien.
Pada Desember 2023, maskapai menerima suntikan dana dari perusahaan induknya US$6,2 juta atau senilai dengan Rp 93 miliar (perkiraan kurs Rp15.140 per dolar AS) sehingga mengerek nilai perusahaan menjadi US$14 juta atau setara dengan Rp 211 miliar (perkiraan kurs Rp 15.140 per dolar AS).
Maskapai ini tidak hanya berfokus pada rute domestik. Pada September 2024, BBN Airlines Indonesia berhasil mendapatkan izin operator asing (FOP) dari Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), membuka jalan untuk ekspansi ke pasar Asia dan Oceania.
Langkah itu menunjukkan ambisi maskapai untuk memperluas jaringan internasionalnya dan memperkuat interkonektivitas di kawasan tersebut.
Untuk mendukung operasionalnya, BBN Airlines Indonesia menyiapkan tiga armada Boeing 737-800 untuk penerbangan carter penumpang dan tiga pesawat kargo, serta beberapa Boeing 737-400 untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Maskapai ini pun menunjukkan visi jangka panjang yang berfokus pada pertumbuhan di sektor penerbangan dengan menargetkan pengoperasian 40 armada pada 2027. (*)
Editor : Faroq Zamzami