Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kisah Sukses Arta Louwee: Dari Cemoohan Sepatu Jebol hingga Menembus Pasar Global Berkat Dukungan Pemberdayaan BRI

Rahman Hakim • 2025-02-10 13:03:47
Photo
Photo

PROKAL.CO, Berawal dari pengalaman pahit di masa sekolah, Aprill Soeharto berhasil mengubah ejekan tentang “sepatu jelek dan jebol” menjadi motivasi untuk mendirikan Arta Louwee, sebuah brand sepatu lokal yang kini sukses di pasar internasional.

Dengan inovasi desain custom yang nyaman dan program akselerasi bisnis dari BRI, Arta Louwee telah menembus berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, hingga Amerika Serikat.

Dari Nol hingga Sukses: Perjalanan Arta Louwee

Perjalanan bisnis Aprill Soeharto tidaklah mudah. Memulai dari nol, ia sempat menghadapi berbagai kegagalan, terutama dalam strategi pemasaran.

Di awal, ia hanya mengandalkan Instagram dengan unggahan sebanyak mungkin, namun hasilnya kurang efektif.

Kesadaran akan pentingnya pemasaran digital yang terarah membawanya untuk bergabung dengan Pengusaha Muda BRILiaN (PMB), sebuah program dari BRI yang memberikan pendampingan intensif bagi UMKM.

Melalui program ini, Aprill belajar strategi bisnis yang lebih efektif, mulai dari branding, pemasaran digital, hingga ekspansi pasar global.

Hasilnya, kini Arta Louwee mampu mencatatkan omzet hingga Rp90 juta per bulan dan terus berkembang.

Inovasi Produk: Kenyamanan yang Mengubah Pasar

Salah satu keunggulan Arta Louwee adalah desain custom yang bisa disesuaikan dengan bentuk kaki pelanggan, memberikan kenyamanan maksimal bagi penggunanya.

Solusi ini lahir dari permasalahan umum di industri alas kaki, di mana banyak orang kesulitan menemukan sepatu ready-to-wear yang benar-benar pas di kaki.

Keunggulan ini berhasil menarik perhatian pasar global. Saat ini, Arta Louwee telah menerima pesanan dari berbagai negara seperti Turki, Arab Saudi, Oman, hingga Amerika Serikat.

Filosofi "Arta Luwih": Bisnis dengan Misi Sosial

Tak hanya berorientasi pada keuntungan, Aprill juga membawa misi sosial dalam bisnisnya. Nama Arta Louwee berasal dari bahasa Jawa, dibaca "arta luwih", yang berarti "harta lebih".

Filosofi ini mencerminkan komitmen brand untuk memberdayakan tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Kami ingin masyarakat membelanjakan harta lebihnya untuk produk UMKM lokal yang tak kalah dengan merek luar," ujar Aprill.

Dukungan BRI: Akselerasi Bisnis UMKM Menuju Pasar Global

Keberhasilan Arta Louwee tak lepas dari dukungan program akselerasi bisnis BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang digelar di ICE BSD City pada 30 Januari - 2 Februari 2025.

Acara ini sukses menarik 69 ribu pengunjung, mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar, dan merealisasikan kontrak ekspor senilai USD 90,6 juta (sekitar Rp1,5 triliun).

BRI terus berkomitmen untuk membantu UMKM naik kelas, terutama melalui program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB).

Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI, Amam Sukriyanto, menegaskan bahwa PMB dirancang untuk meningkatkan daya saing pengusaha muda dan memperluas pasar mereka hingga skala global.

Masa Depan UMKM Indonesia di Pasar Dunia

Ke depan, BRI akan terus menghadirkan program pemberdayaan inovatif agar semakin banyak pengusaha muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Kisah sukses Aprill Soeharto dan Arta Louwee menjadi bukti bahwa UMKM lokal punya potensi besar untuk mendunia, asalkan didukung dengan inovasi, strategi bisnis yang tepat, serta ekosistem yang mendukung.

Dengan semakin banyaknya UMKM yang naik kelas, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi pemain utama dalam industri kreatif global!

Editor : Rahman Hakim
#bri #bbri #BRI UMKM EXPO RT 2025 #Pengusaha Muda BRILian