Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Didukung BRI, Marlinda Panggabean Ubah Tenun Ulos Jadi Sumber Ekonomi Ratusan Perempuan

Rahman Hakim • Kamis, 17 April 2025 - 17:12 WIB
Photo
Photo

PROKAL.CO, Peran perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi nasional kian terasa signifikan. Tidak hanya sebagai pendukung, kini perempuan Indonesia turut menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, baik untuk keluarga maupun komunitas di sekitarnya.

Salah satu sosok inspiratif adalah Marlinda Yanti Panggabean, perempuan tangguh asal Desa Lumban, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Melihat potensi besar yang dimiliki perempuan di sekitarnya, Marlinda mendirikan Klaster Usaha Rumah Ulos, sebuah wadah pemberdayaan yang kini membuka peluang ekonomi bagi lebih dari 100 perempuan pengrajin.

Awalnya, Marlinda hanya hidup dari hasil menenun kain ulos bersama ibunya. Namun penghasilan dari menjual hasil tenunan ke pengepul sangat minim dan tidak mencukupi kebutuhan hidup.

Kondisi inilah yang mendorong Marlinda untuk mencari peluang baru dan mulai memanfaatkan platform digital sebagai sarana penjualan.

"Saya mulai menjajaki dunia online karena melihat peluang pasar yang lebih luas dan nilai jual produk yang lebih tinggi. Sejak saat itu, saya berhenti menjual ke pengepul dan fokus menjual produk secara daring," ungkap Marlinda.

Langkah tersebut membuahkan hasil. Di tahun 2008, Marlinda memulai bisnisnya dengan nama Linda Gabe Ulos.

Meski bermodal kecil, usaha ini perlahan tumbuh dan berkembang menjadi klaster usaha yang kini memperkerjakan ratusan perempuan pengrajin ulos.

Mayoritas anggota klaster ini merupakan perempuan dari berbagai usia yang sudah mahir menenun, namun masih menghadapi kesulitan ekonomi. Melalui Rumah Ulos, mereka tidak hanya diberdayakan, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan akses pasar yang lebih luas.

Saat ini, Klaster Rumah Ulos mampu menghasilkan pendapatan hingga ratusan juta rupiah per bulan. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kain ulos, songket, hingga produk fashion modern seperti pakaian, tas, sepatu, dan dekorasi rumah.

Pasar Rumah Ulos telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, terutama Pulau Jawa, dan bahkan sudah menembus pasar ekspor dengan pengiriman ke California, Amerika Serikat.

Perjalanan Marlinda tak lepas dari dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp5 juta yang diterimanya di awal usaha, Marlinda berhasil mengembangkan bisnisnya hingga bisa memberdayakan banyak orang.

BRI juga melibatkan Rumah Ulos dalam program unggulannya, Klasterkuhidupku, yang memberikan berbagai bentuk pendampingan usaha.

"Dukungan BRI sangat membantu, mulai dari pembiayaan, pelatihan digital marketing, hingga pemberian alat tenun yang lebih modern. Ini menjadi pendorong utama dalam mempercepat pertumbuhan usaha kami," tutur Marlinda.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa program Klasterkuhidupku merupakan bentuk nyata komitmen BRI dalam mendampingi UMKM secara berkelanjutan.

"BRI tidak hanya memberikan akses permodalan, tapi juga pelatihan dan pemberdayaan. Kami berharap kisah sukses Klaster Rumah Ulos ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain di seluruh Indonesia," ujarnya.

Editor : Rahman Hakim
#pemberdayaan umkm #bri #Klasterku Hidupku #bbri #KUR BRI