Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Penjualan Hewan Kurban di Balikpapan Lesu, Pedagang Masih Berharap di Detik Terakhir

Redaksi • Selasa, 3 Juni 2025 - 15:19 WIB
MENUNGGU PEMBELI: Banyak lapak penjualan sapi kurban, salah satunya di kawasan Jalan MT Haryono Balikpapan. (FOTO: ARIF FADILLAH BALPOS)
MENUNGGU PEMBELI: Banyak lapak penjualan sapi kurban, salah satunya di kawasan Jalan MT Haryono Balikpapan. (FOTO: ARIF FADILLAH BALPOS)

 

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Juni 2025, penjualan hewan kurban di Kota Balikpapan menunjukkan tren menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Di kawasan Jalan MT Haryono, yang dikenal sebagai salah satu sentra penjualan hewan kurban terbesar di kota ini, para pedagang mengaku penjualan masih lesu.

Iwan, salah satu pedagang sapi kurban, mengungkapkan hingga akhir Mei 2025, ia baru berhasil menjual sekitar 20 ekor sapi, jumlah yang jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

“Biasanya dua minggu sebelum Iduladha sudah ramai. Tahun ini sepi. Baru laku sekitar 20-an ekor,” ujar Iwan, Minggu (1/6), saat ditemui di lapaknya.

Menurut Iwan, jenis sapi yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari sapi Bali, Limosin, hingga sapi jumbo berbobot 900 kg. Harga hewan kurban berkisar antara Rp17 juta hingga Rp95 juta, tergantung ukuran dan jenis. Meskipun harga relatif stabil, minat beli masyarakat belum juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Pesanan dari Proyek IKN Tak Kunjung Datang

Menariknya, Iwan menyebut bahwa tahun lalu banyak permintaan datang dari perusahaan besar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun hingga kini, belum ada satu pun pemesanan dari wilayah tersebut. “Tahun lalu ramai dari IKN, tapi sekarang belum ada order sama sekali. Biasanya dari kontraktor besar,” jelasnya.

Semua hewan kurban yang dijual, kata Iwan, telah melalui proses karantina dan vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan Lumpy Skin Disease (LSD). Sapi-sapi tersebut sebagian besar didatangkan dari Sulawesi dan luar Kalimantan. “Sudah dicek kesehatannya. Semua sapi aman dan ada dokumen resmi,” tegasnya.

Para pedagang masih berharap lonjakan pembeli akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, khususnya ketika masyarakat mulai menerima gaji bulanan atau THR tambahan menjelang Iduladha.

“Semoga minggu ini mulai ramai, karena biasanya pembeli datang mendekati hari H,” harap Iwan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pembelian agar bisa mendapatkan pilihan sapi terbaik dengan harga yang masih kompetitif.(rif/ono)

Editor : Indra Zakaria