BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyatakan optimismenya terhadap potensi ekspor komoditas unggulan Kaltim, khususnya kratom dan kakao, saat meresmikan Export Center Balikpapan bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso pada Jumat (1/8/2025).
Dalam sambutannya, Rudy menekankan bahwa sektor pertanian dan perkebunan daerah memiliki peluang besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis ekspor.
Salah satu komoditas yang disorot adalah kratom, tanaman herbal yang tumbuh subur di Kabupaten Kutai Kartanegara. Rudy menyebutkan bahwa kratom termasuk kategori herbal yang diminati pasar internasional, khususnya Amerika Serikat. Dengan harga yang bisa mencapai Rp98 juta per kilogram, kratom dinilai sangat potensial sebagai komoditas ekspor unggulan.
Gubernur Rudy berharap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), terutama di wilayah Kukar, dapat memperoleh pendampingan agar produk kratom mereka mampu memenuhi standar kualitas ekspor internasional.
Selain kratom, potensi kakao dari Kutai Timur juga menjadi sorotan. Rudy menyampaikan bahwa kakao dari daerah tersebut merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.
Dengan lahan luas mencapai 36.000 km² di Kutai Timur dan Berau—yang setara dengan luas Provinsi Jawa Barat—namun dengan kepadatan penduduk rendah, ruang pengembangan sektor perkebunan sangat terbuka lebar.
Disebutkan pula bahwa harga kakao saat ini sudah menembus Rp200 ribu per kilogram. Komoditas lain seperti pisang kepok, yang tumbuh di Kutai Barat dan Mahakam Ulu, juga dinilai berpotensi sebagai sumber devisa baru jika diolah dan dikembangkan dengan tepat.
Gubernur Rudy menyambut baik berdirinya Export Center Balikpapan yang digagas oleh Kementerian Perdagangan RI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim. Lembaga ini akan menjadi pusat pengembangan ekspor regional Kalimantan yang terintegrasi dalam jaringan ekspor nasional.
Dengan adanya Export Center tersebut, Rudy berharap akan terjadi percepatan peningkatan jumlah produk ekspor dari Kalimantan Timur. Menurutnya, banyak komoditas unggulan daerah yang belum tergarap secara maksimal. Export Center diharapkan menjadi pusat akselerasi ekonomi berbasis ekspor dari kawasan timur Indonesia ke pasar global. (*)
Editor : Indra Zakaria