TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas kakao. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digarap adalah pengembangan produk cokelat lokal asal Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, yang diproyeksikan untuk menembus pasar nasional.
Bupati Bulungan, Syarwani, menjelaskan bahwa langkah awal pengembangan ini telah dimulai dengan penyaluran 30 ribu bibit kakao kepada para petani di Desa Antutan. Pemberian bibit tersebut bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku komoditas kakao berkualitas. Saat ini, hasil perkebunan tersebut telah berhasil diolah melalui skala industri rumahan (home industri) dan menghasilkan produk cokelat olahan yang siap dipasarkan.
Guna memperluas jangkauan pasar, Pemkab Bulungan telah membangun komunikasi intensif dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rencananya, terdapat sekitar 70 produk lokal yang telah melalui proses kurasi ketat untuk diluncurkan secara nasional, termasuk cokelat Antutan. Produk-produk unggulan daerah ini dijadwalkan akan dipajang di Mal Sarinah, Jakarta, yang dikenal sebagai etalase nasional bagi produk-produk kreatif terbaik dari seluruh Indonesia.
Bupati Syarwani menargetkan peluncuran produk tersebut dapat terlaksana setelah hari raya Lebaran tahun ini, seiring dengan pematangan seluruh tahapan persiapan dan kurasi produksi. Upaya ini diharapkan dapat memperkenalkan identitas pangan lokal Bulungan kepada masyarakat luas di luar wilayah Kalimantan Utara.
Lebih lanjut, pemerintah daerah berharap pengembangan kakao ini tidak hanya berhenti pada pembagian bibit, tetapi juga menyentuh aspek perluasan lahan tanam dan peningkatan kapasitas produksi. Ke depan, hilirisasi akan terus didorong agar petani tidak hanya menjual biji kakao kering, tetapi juga mampu memproduksi cokelat olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi demi kesejahteraan masyarakat setempat. (*)
Editor : Indra Zakaria