Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Inflasi Kaltim Januari 2026 Capai 3,76 Persen, Tertinggi di Samarinda

Muhamad Yamin • 2026-02-03 10:00:58
infografis
infografis

PROKAL.CO, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 3,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,84.

Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih, menjelaskan inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 4,33 persen dengan IHK 109,82. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,75 persen dengan IHK 109,12.

“Secara umum inflasi y-on-y di Kalimantan Timur dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran,” ujar Ariyanti dalam rilis resmi BPS Kaltim, Senin (2/2/2026).

BPS mencatat kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks cukup signifikan antara lain perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 10,06 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 15,91 persen.

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,74 persen, pendidikan sebesar 2,46 persen, transportasi sebesar 0,70 persen, kesehatan sebesar 1,33 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,41 persen.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks, seperti pakaian dan alas kaki sebesar 1,01 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,37 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,35 persen.

Sementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim lainnya, Vivi Azwar, menyebutkan sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan layang dan ikan tongkol, sigaret kretek mesin, angkutan udara, bawang merah, hingga minyak goreng dan sewa rumah.

“Emas perhiasan hingga tahun 2026 terus menunjukkan tren kenaikan harga. Selain itu, kondisi cuaca buruk dan gelombang laut yang tinggi menghambat aktivitas nelayan sehingga pasokan ikan berkurang dan harga cenderung naik,” jelas Vivi.

Sebaliknya, sejumlah komoditas tercatat memberikan andil deflasi, seperti sabun detergen, telepon seluler, pakaian jadi, pembersih lantai, hingga sepatu wanita.

BPS juga mencatat pada Januari 2026 terjadi penyesuaian penurunan harga BBM non-subsidi, yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara harga Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.

Adapun melimpahnya pasokan komoditas hortikultura seperti cabai rawit dan bawang merah akibat panen raya di sentra produksi Jawa dan Sulawesi turut menekan harga di pasar.

Secara bulanan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Januari 2026 Kaltim tercatat 0,04 persen, sementara inflasi year to date (y-to-d) juga berada di angka 0,04 persen. (*)

Editor : Indra Zakaria