TANJUNG SELOR – Memasuki awal tahun 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan melaporkan adanya tren kenaikan harga pada berbagai komoditas penting. Kondisi ini memicu inflasi tahunan (year on year) sebesar 4,12 persen pada Januari 2026, yang didorong secara signifikan oleh lonjakan biaya kebutuhan dasar rumah tangga.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto, menjelaskan bahwa kenaikan inflasi ini tercermin dari pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada Januari 2025, IHK berada di angka 103,52, namun setahun kemudian melesat ke angka 107,79. Menariknya, meski secara tahunan mengalami kenaikan, secara bulanan (month to month) Bulungan justru mengalami deflasi tipis sebesar 0,43 persen.
Lonjakan inflasi tahunan ini paling terasa pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik drastis sebesar 21,57 persen. Selain itu, sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menyumbang kenaikan sebesar 10,31 persen. Diikuti oleh kenaikan pada sektor restoran, kesehatan, hingga pendidikan, meski dalam persentase yang lebih kecil.
Beberapa komoditas utama yang menjadi "biang kerok" inflasi tahun ini antara lain kenaikan tarif listrik, tarif air minum PAM, harga emas perhiasan, sewa rumah, serta kebutuhan pokok seperti beras dan beberapa jenis ikan. Di sisi lain, tekanan inflasi sedikit teredam oleh penurunan harga pada sektor transportasi, khususnya angkutan udara, serta turunnya harga daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.
Untuk pergerakan harga secara bulanan, komoditas seperti emas perhiasan, sewa rumah, dan kopi bubuk masih menunjukkan tren penguatan harga. Sementara itu, penurunan harga pada bawang merah dan daging ayam ras memberikan andil pada terjadinya deflasi bulanan di Januari ini. Secara keseluruhan, kelompok perumahan dan energi tetap menjadi kontributor terbesar dalam memengaruhi daya beli masyarakat Bulungan saat ini. Data ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan stabilisasi harga, terutama pada sektor jasa publik dan kebutuhan dasar yang menjadi sandaran hidup masyarakat luas. (*)
Editor : Indra Zakaria