PROKAL.CO, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat kinerja sektor pertanian, khususnya padi, menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Luas panen maupun produksi padi di Kaltim mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Timur, Ariyanti Cahyaningsih, menyampaikan bahwa luas panen padi pada 2025 mencapai 66,52 ribu hektare. Angka tersebut meningkat 3,48 ribu hektare atau 5,51 persen dibandingkan luas panen padi pada 2024 yang tercatat sebesar 63,04 ribu hektare.
“Selain meningkat, puncak panen padi pada 2025 juga mengalami pergeseran waktu. Jika sebelumnya puncak panen terjadi pada September 2024, pada 2025 puncak panen bergeser ke bulan Maret,” ujar Ariyanti dalam rilis resmi BPS Kaltim, 2 Februari 2025.
Pada Maret 2025, luas panen padi tercatat sebesar 16,29 ribu hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan Maret 2024 yang hanya mencapai 9,00 ribu hektare. Adapun potensi luas panen padi pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 25,20 ribu hektare. Angka ini meningkat sekitar 4,98 ribu hektare atau 24,64 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar 20,22 ribu hektare.
Sejalan dengan peningkatan luas panen, produksi padi Kalimantan Timur pada 2025 juga mengalami kenaikan. Produksi padi tercatat sebanyak 270,87 ribu ton gabah kering giling (GKG), naik 21,23 ribu ton atau 8,50 persen dibandingkan produksi padi 2024 yang sebesar 249,64 ribu ton GKG.
BPS mencatat produksi padi tertinggi sepanjang 2025 terjadi pada September dengan capaian 67,68 ribu ton GKG. Sementara itu, produksi terendah terjadi pada Januari, yakni sekitar 0,87 ribu ton GKG.
Dari sisi wilayah, tiga kabupaten dengan total produksi padi GKG tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Sebaliknya, produksi padi terendah tercatat di Kota Bontang, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Mahakam Ulu.
Meski secara umum meningkat, BPS juga mencatat adanya penurunan produksi padi di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Berau. Namun, beberapa daerah justru menunjukkan lonjakan produksi. Tiga wilayah dengan peningkatan produksi terbesar adalah Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Barat.
Sementara itu, produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada 2025 tercatat mencapai 157,55 ribu ton. Angka tersebut meningkat 12,34 ribu ton atau 8,50 persen dibandingkan produksi beras pada 2024 yang sebesar 145,21 ribu ton.
BPS menilai peningkatan produksi padi dan beras ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan Kalimantan Timur, sekaligus mendukung upaya penguatan sektor pertanian di daerah. (*)
Editor : Indra Zakaria