Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 2025 Melambat, Tambang dan Konstruksi Tertekan

Muhamad Yamin • 2026-02-05 20:46:58
Kepala BPS Kaltim berikan keterangan.
Kepala BPS Kaltim berikan keterangan.

PROKAL.CO, SAMARINDA Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim mencatat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur secara kumulatif sepanjang 2025 mencapai 4,53 persen. Angka ini menunjukkan perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,17 persen.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh kinerja sejumlah lapangan usaha utama, khususnya sektor pertambangan dan konstruksi yang mengalami kontraksi.

“Sektor pertambangan dan penggalian terkontraksi sebesar 0,11 persen, sedangkan sektor konstruksi mengalami kontraksi sebesar 0,17 persen,” jelas Mas’ud Rifai dalam rilisnya, Rabu 5 Februari 2025.

Mas’ud menjelaskan, kontraksi sektor pertambangan dan penggalian disebabkan oleh menurunnya produksi komoditas strategis utama seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Selain itu, volume dan nilai ekspor luar negeri batu bara Kaltim (HS 27) sepanjang 2025 juga tercatat mengalami penurunan.

Adapun kontraksi pada sektor konstruksi, menurut Mas’ud, dipengaruhi oleh penerapan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada menurunnya intensitas sejumlah kegiatan pembangunan fisik yang bersumber dari APBD maupun APBN.

Selain itu, proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) juga telah mencapai tahap akhir penyelesaian dan telah diresmikan pada 12 Januari 2026, sehingga aktivitas konstruksi terkait proyek tersebut mulai berkurang.

“Meski demikian, realisasi pembangunan fisik oleh sektor swasta dan aktivitas konstruksi lainnya masih berlangsung, sehingga mampu menahan laju kontraksi sektor konstruksi agar tidak lebih dalam,” katanya.

Di sisi lain, industri pengolahan di Kaltim masih menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan 12,68 persen, bahkan mengalami percepatan dibandingkan tahun 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh optimalisasi produksi pengilangan migas, industri pupuk dan bahan kimia, ekspansi industri pengolahan kelapa sawit dan hilirisasi, serta mulai beroperasinya industri barang galian bukan logam.


Sementara itu, dari sisi pertumbuhan, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi pada 2025, yakni sebesar 13,03 persen. Pertumbuhan sektor ini didorong oleh bertambahnya usaha food and beverage, terselenggaranya berbagai event dan festival kuliner, pelaksanaan program makan bergizi gratis di sembilan kabupaten/kota, serta meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kaltim.

“Pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum cukup tinggi karena banyak faktor pendukung, termasuk event dan peningkatan kunjungan wisatawan,” kata Mas’ud.

Selain itu, industri pengolahan tumbuh sebesar 12,68 persen dan jasa lainnya tumbuh 12,53 persen. Secara umum, tiga dari lima lapangan usaha utama pembentuk ekonomi Kaltim masih menunjukkan pertumbuhan positif, yakni industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, serta perdagangan.

BPS juga mencatat, struktur perekonomian Kaltim masih didominasi oleh lima lapangan usaha utama dengan total kontribusi mencapai 83,08 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Lima lapangan usaha tersebut yakni pertambangan dan penggalian sebesar 34,18 persen, industri pengolahan 20,12 persen, konstruksi 11,58 persen, pertanian 9,58 persen, serta perdagangan sebesar 7,62 persen.(*)

Editor : Indra Zakaria