Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kabar Baik Ekonomi Kalteng 2025: Angka Kemiskinan Turun dan Kesenjangan Ekonomi Menyempit

Redaksi Prokal • 2026-02-06 10:40:00
Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti, saat menyampaikan data indikator sosial ekonomi selama 2025. (dodi/radarsampit)
Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti, saat menyampaikan data indikator sosial ekonomi selama 2025. (dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan kabar positif terkait kondisi sosial ekonomi di wilayah tersebut sepanjang tahun 2025. Melalui konferensi pers yang berlangsung pada Kamis (5/2/2026), BPS mengungkapkan adanya tren penurunan pada angka kemiskinan dan pengangguran di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa persentase penduduk miskin pada periode September 2025 tercatat sebesar 4,94 persen. Pencapaian ini menandai adanya penurunan sebesar 0,25 persen poin jika dibandingkan dengan data pada Maret 2025. Secara riil, jumlah penduduk miskin di Kalimantan Tengah kini tercatat sebanyak 141,75 ribu orang, yang berarti terdapat pengurangan sebanyak 6,05 ribu orang dalam kurun waktu enam bulan saja.

Meskipun secara umum menurun, data BPS menunjukkan adanya fenomena anomali secara spasial antara wilayah kota dan desa. Motor utama penurunan kemiskinan kali ini berasal dari wilayah perkotaan yang mengalami penurunan signifikan sebesar 0,62 persen poin sehingga menyentuh angka 4,84 persen. Di sisi lain, wilayah perdesaan justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,05 persen poin yang membuat persentase penduduk miskin di desa berada pada level 5,02 persen.

Selain penurunan dari sisi kuantitas, kualitas hidup penduduk miskin di Kalimantan Tengah dilaporkan mengalami perbaikan yang cukup berarti. Hal ini tecermin dari menurunnya nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) serta Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Menurunnya kedua indeks tersebut memberikan makna penting bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin saat ini sudah semakin mendekati garis kemiskinan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa kesenjangan ekonomi di antara masyarakat semakin menyempit dan distribusi pendapatan menjadi lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.(*)

Editor : Indra Zakaria