Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Raksasa Energi Italia Eni Ketuk Palu Investasi Proyek Gas Laut Dalam Kaltim, Target Produksi Gas Melimpah di 2028

Redaksi Prokal • Kamis, 19 Maret 2026 | 09:30 WIB

Perwakilan ENI bertemu Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Jakarta.
Perwakilan ENI bertemu Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Jakarta.

PROKAL.CO– Sektor hulu migas di Kalimantan Timur bersiap menyambut gelombang investasi masif setelah perusahaan energi asal Italia, Eni, resmi menetapkan keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk proyek pengembangan gas laut dalam di lepas pantai Benua Etam. Langkah besar ini mencakup pengembangan dua pusat produksi utama, yakni South Hub (Gendalo-Gandang) serta North Hub (Geng North-Gehem), yang diprediksi akan memperkuat posisi Kaltim sebagai pilar energi nasional.

Keputusan krusial ini diambil hanya berselang 18 bulan setelah persetujuan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) pada 2024. Percepatan signifikan ini menjadi bukti keseriusan Eni dalam menggarap potensi gas di Cekungan Kutai, Selat Makassar. Dalam operasionalnya nanti, Eni bakal mengintegrasikan teknologi laut dalam dengan infrastruktur yang sudah ada, termasuk optimalisasi fasilitas Jangkrik Floating Production Unit (FPU) serta pemanfaatan Train F di Kilang LNG Bontang untuk menekan biaya dan mempercepat komersialisasi gas ke pasar.

Proyek ambisius ini akan mengeksplorasi kedalaman laut yang menantang, berkisar antara 1.000 hingga 2.000 meter. Di South Hub, tujuh sumur produksi akan dikoneksikan ke fasilitas Jangkrik, sementara di North Hub, sebanyak 16 sumur akan dihubungkan ke fasilitas produksi terapung (FPSO) baru yang memiliki kapasitas pemrosesan raksasa, yakni lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari.

Secara akumulatif, kedua proyek ini menyimpan potensi sumber daya yang sangat fantastis, mencapai sekitar 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat. Targetnya, aliran gas pertama akan mulai berproduksi pada tahun 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas mencapai 2 miliar kaki kubik gas per hari. Produksi ini nantinya tidak hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan domestik melalui jaringan pipa darat, tetapi juga mendukung produksi LNG di Bontang guna melayani pasar ekspor global.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut hangat keputusan investasi ini sebagai sinyal positif kepercayaan investor global terhadap iklim bisnis di Indonesia. Dengan nilai investasi yang diperkirakan menembus angka US$15 miliar atau setara ratusan triliun rupiah, proyek ini dipastikan akan memberikan efek berganda bagi ekonomi daerah, termasuk terciptanya lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja.

Ke depan, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi besar kerja sama antara Eni dan Petronas melalui pembentukan perusahaan baru (NewCo). Sejak mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2001, Eni terus memperkuat tajinya sebagai salah satu produsen gas utama, menjadikan kawasan Selat Makassar sebagai pusat produksi gas paling strategis yang akan menyokong ketahanan energi Indonesia di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria