Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Warga Kalimantan Tengah Butuh Rp3,28 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran

Redaksi Prokal • Jumat, 20 Maret 2026 - 17:15 WIB

Ilustrasi uang baru
Ilustrasi uang baru

PALANGKA RAYA – Menghadapi perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, kebutuhan uang tunai di masyarakat Kalimantan Tengah diprediksi akan mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah mencatat estimasi kebutuhan uang kartal selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) tahun ini mencapai angka Rp3,28 triliun.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan fantastis sebesar 91,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kepala BI Kalteng, Yuliansah Andrias, menjelaskan bahwa lonjakan ini merupakan sinyal positif dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor perdagangan, transportasi, dan konsumsi rumah tangga yang jauh lebih bergairah tahun ini.

Untuk mendukung kelancaran transaksi masyarakat, Bank Indonesia telah menyiapkan berbagai pecahan uang kecil, mulai dari Rp1.000 hingga Rp2.000, serta pecahan Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000 yang biasanya menjadi primadona untuk tradisi berbagi di hari raya. Di tingkat nasional sendiri, Bank Indonesia telah mengalokasikan total Rp185,6 triliun uang tunai, meningkat 15 persen guna memastikan seluruh mesin ATM, CRM, hingga loket penukaran terisi maksimal.

Kemudahan akses penukaran uang kini diakomodasi melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI). BI Kalteng memperluas jangkauan layanan kas keliling ke berbagai titik strategis di Kota Palangka Raya, seperti Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali. Tidak hanya menyasar pusat perbelanjaan, layanan ini juga menyentuh lokasi tematik seperti pondok pesantren, kawasan wisata, hingga masjid-masjid besar.

Bagi para pemudik yang melintasi jalur Trans Kalimantan, BI juga menyiagakan kas keliling di sejumlah rest area strategis untuk memberikan layanan cepat dan aman. Secara keseluruhan, kuota penukaran uang baru di Kalimantan Tengah disediakan sebanyak 11.180 paket, dengan nilai maksimal Rp5,3 juta per paketnya.

Distribusi uang tunai ke wilayah pelosok pun terus diperkuat melalui lima kas titipan yang tersebar di Buntok, Lamandau, Muara Teweh, Pangkalan Bun, dan Sampit. Penyaluran uang layak edar ke daerah-daerah tersebut ditingkatkan intensitasnya selama bulan Ramadan ini. Guna menghindari risiko uang palsu dan penipuan, masyarakat sangat diimbau untuk melakukan penukaran hanya melalui jalur resmi dengan mendaftar terlebih dahulu melalui website PINTAR di alamat pintar.bi.go.id. (*)

Editor : Indra Zakaria